Kriket: Dewan Pakistan menuntut pemain nasional Zaman karena merusak bola

Liga Super Pakistan terkejut dengan tuduhan perusak bola terhadap Zaman, yang diperkirakan terjadi pada hari Minggu.

Pemukul Lahore Qalandars ‌Fakhar Zaman telah melakukan perusakan bola dalam pertandingan ⁠Liga Super Pakistan (PSL) hari Minggu melawan Karachi Kings, kata Dewan Kriket Pakistan (PCB) dalam sebuah pernyataan.

Insiden itu terjadi di ⁠final over, dengan Karachi membutuhkan 14 run untuk menang. Fakhar, kapten Lahore Shaheen Afridi, dan pemain fast bowler Haris Rauf ⁠ terlibat dalam diskusi singkat, di mana Fakhar dan Rauf mengoper bola di antara mereka.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Wasit kemudian mendekati Rauf dan meminta untuk melihat bola. Setelah berkonsultasi dengan wasit persegi, wasit memberikan lima penalti kepada Karachi dan diperintahkan agar bola diubah.

Penaltinya terbukti mahal, karena Karachi terus mengejar target 129 dengan tiga bola tersisa, dan Abbas Afridi mencetak empat dan enam untuk memastikan kemenangan empat gawang.

“Fakhar membantah tuduhan yang dilontarkan terhadapnya dalam sidang disipliner yang dipimpin oleh wasit pertandingan Roshan Mahanama,” kata PCB.

“Sidang lainnya akan dilakukan dalam 48 jam ke depan, setelah itu pertandingan akan menyampaikan keputusannya.”

Afridi mengatakan, mereka akan melihat rekaman video kejadian tersebut.

“Saya ⁠tidak tahu tentang ini, dan kami akan ⁠melihat apakah itu ada di kamera dan membicarakannya,” katanya pada upacara presentasi pasca pertandingan.

Fakhar, 35, bisa menghadapi larangan satu atau dua pertandingan ‌jika dinyatakan bersalah merusak bola untuk pelanggaran pertama di PSL.

Trio Australia David Warner, Steve Smith dan Cameron Bancroft ‌dikenakan larangan panjang oleh Cricket Australia menyusul skandal perusakan bola tahun 2018 di Afrika Selatan.

Fakhar Zaman beraksi
Zaman melakukan tembakan untuk tim Lahore Qalandars selama pertandingan Liga Super Pakistan T20 melawan Hyderabad Kingsmen di Stadion Gaddafi di Lahore, Pakistan, pada 26 Maret 2026 [Arif Ali/AFP]
  • Related Posts

    Resbob Ingin Kuliah di Bandung dan Dididik Adat Sunda Usai Kasusnya Selesai

    Bandung – YouTuber Resbob atau Adimas Firdaus Putra Nasihan mengaku ingin kuliah di Bandung setelah kasus penghinaan terhadap Suku Sunda selesai. Dia ingin dididik adat Sunda. Pernyataan itu dilontarkan Resbob…

    Rapat di DPR, Deddy PDIP Bicara Anggaran MBG Bisa Bantu Daerah Bencana

    Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI yang juga Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menyampaikan keprihatinan terkait daerah terdampak bencana di utara Pulau Sumatera yang belum pulih sepenuhnya. Deddy lantas…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *