Siswa di Daerah 3T dan Rawan Stunting Dapat MBG 6 Hari

BADAN Gizi Nasional menyatakan program makan bergizi gratis atau MBG tetap disalurkan selama enam hari dalam satu pekan bagi siswa di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), serta daerah rawan stunting. Keputusan ini diambil menyusul rapat koordinasi tingkat atas atau rakortas bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara daring pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Badan Gizi menyebutkan, secara umum para pelajar yang bersekolah lima hari dalam seminggu akan menerima MBG sesuai hari sekolah. Namun kebijakan khusus diberlakukan untuk wilayah 3T dan wilayah dengan prevalensi stunting tinggi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis pada Ahad, 29 Maret 2026.

BGN pun menekankan perlu adanya pendataan yang cermat untuk menentukan daerah-daerah yang berhak menerima kebijakan khusus tersebut. Badan Gizi mengacu pada data terbaru dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan dalam menetapkan wilayah prioritas intervensi gizi, khususnya di wilayah Timur Indonesia.

“Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akurat, sehingga MBG tepat sasaran,” kata Dadan.

Pendataan itu meliputi jumlah sekolah, jumlah siswa, hingga prevalensi stunting masing-masing wilayah. Dadan mengklaim sejumlah provinsi di Sumatera dan di wilayah Timur menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting masih tinggi.

Dadan menegaskan akurasi maupun integritas data penting lantaran berkaitan erat dengan kesehatan dan masa depan generasi muda. “Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” ujar Dadan.

  • Related Posts

    H+5 Arus Balik, Posko Kesehatan di PLBN Skouw Tetap Siaga hingga Akhir Maret

    Jakarta – Memasuki H+5 arus balik Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas perlintasan orang di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) mulai menunjukkan tren…

    Diduga Ngantuk, Pemotor Ayah dan Anak Terperosok ke Parit di Puncak Bogor

    Bogor – Pengendara motor terperosok ke parit sedalam 10 meter usai menabrak jembatan besi di Jalan Raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kecelakaan diduga akibat pengemudi mengantuk. “Kecelakaan tunggal pengendara motor,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *