Top 3: Kabais TNI Diganti hingga Sekolah Daring Dibatalkan

SEJUMLAH peristiwa politik di Tanah Air mendapat atensi publik selama pekan terakhir Maret 2026. Misalnya pergantian pemimpin di Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI sebagai buntut kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Peristiwa lain yang menjadi sorotan ihwal rencana Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pembelajaran jarak jauh yang kemudian dibatalkan. Berikut tiga berita terpopuler di kanal Nasional Tempo selama pekan keempat Maret.  

1. Kabais TNI Diganti Buntut Kasus Andrie Yunus

Mabes TNI memastikan Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo sudah tidak lagi menjabat sebagai Kabais. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah.

Aulia mengatakan pergantian pimpinan di satuan yang bertugas menjalani urusan intelijen itu lantaran adanya keterlibatan anggota Bais di kasus penyerangan terhadap Andrie Yunus. “Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia Dwi Nasrullah di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu, 25 Maret 2026.

Namun, jenderal bintang dua itu belum menjelaskan lebih rinci perihal pergantian Kabais TNI ini. Dia tak menjawab ketika ditanya Letjen Yudi Abrimantyo apakah dicopot atau mengundurkan diri, termasuk ihwal sosok perwira tinggi yang bakal mengisi posisi Kabais selanjutnya.

Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kepala Bais TNI sejak Maret 2024. Dia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1989 dan bergabung sebagai infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Baca selengkapnya di sini.

2. TNI: Pelaku Penyerangan Andrie Yunus Dirilis Usai Penyidikan

MARKAS Besar Tentara Nasional Indonesia atau Mabes TNI menanggapi desakan merilis foto keempat terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan proses penyidikan kasus tersebut masih berjalan.

Menurut dia, penunjukan keempat terduga pelaku ke publik bakal dilakukan setelah seluruh proses penyidikan selesai dilaksanakan. Pusat Polisi Militer TNI mengklaim telah menahan keempat terduga pelaku yang berasal dari satuan Badan Intelijen Strategis atau BAIS sejak Rabu, 18 Maret 2026.

“Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” kata Aulia ketika dihubungi pada Senin, 23 Maret 2026.

Desakan merilis foto keempat terduga pelaku ini disampaikan oleh Tim Advokasi untuk Demokrasi. Tim ini meragukan hasil penyelidikan Pusat Puspom TNI dalam pengusutan kasus ini lantaran belum ada transparansi dari instansi pertahanan kepada publik ihwal keempat pelaku yang diklaim sudah ditangkap. TNI dalam konferensi persnya hanya mengungkap inisial keempat terduga pelaku, di antaranya Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.

Publikasi informasi berupa foto terduga pelaku dinilai penting, sehingga publik dapat memverifikasi kebenaran pernyataan tersebut. Terlebih, terdapat perbedaan informasi yang disampaikan oleh Puspom TNI dan Polda Metro Jaya dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie ini.

Baca selengkapnya di sini.

3.  Menteri Abdul Mu’ti: Rencana Pembelajaran Daring Dibatalkan

MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan rencana pembelajaran daring bagi siswa sekolah sebagai salah satu opsi antisipasi dampak krisis global dibatalkan.

Mu’ti berujar, berdasarkan hasil rapat lintas kementerian, proses belajar dan mengajar di sekolah berjalan secara luring alias tatap muka. Ia juga merujuk pada keterangan resmi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno pada 23 Maret 2026.

“Pembelajaran di sekolah dilaksanakan sebagaimana biasa dengan pertimbangan akademik,” kata Mu’ti pada Rabu, 25 Maret 2026.

Selain itu, ia menerangkan, keputusan ini juga diambil berdasarkan pertimbangan penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah. Sehingga proses belajar bagi siswa sekolah dasar hingga menengah akan berlangsung secara normal, yakni dengan tatap muka selama lima hari dalam satu pekan.

Baca selengkapnya di sini.

Ervana Trikarinaputri dan Novali Panji berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
  • Related Posts

    Emplasemen Sampah di TPU Tanah Kusir Ditutup Permanen

    DINAS Lingkungan Hidup Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas aktivitas pembuangan sampah oleh truk mini dump milik Dinas Lingkungan Hidup Jakarta  di kawasan TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Aktivitas itu sebelumnya…

    Arus Balik Lebaran, 22 Persen Kendaraan Belum Kembali ke Jakarta

    Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut 22 persen kendaraan belum kembali ke Jakarta dalam arus balik Lebaran 2026. Dia memprediksi akan ada peningkatan volume…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *