MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni bakal mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan. Raja Juli terlebih dahulu bertolak menuju Jepang pada Jumat malam, 27 Maret 2026.
“Beberapa hari ke depan akan membersamai kunjungan diplomasi Bapak Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea,“ ucap Raja Juli dalam video yang diunggah pada akun Instagram @rajaantoni.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kementerian Kehutanan, kata Raja, terus melakukan diplomasi hijau alias green diplomacy melalui kerja sama dengan negara-negara sahabat dalam mengatasi krisis iklim, mengatasi kebakaran hutan, pembenahan taman nasional dan memperbaiki keanekaragaman hayati Indonesia.
Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja ke Jepang pada 29-31 Maret. Setelah itu, Prabowo bakal melanjutkan perjalanannya ke Korea Selatan pada 31 Maret-2 April.
Situs Kementerian Luar Negeri Jepang menyatakan Prabowo diagendakan mengikuti jamuan makan siang kenegaraan dengan Kaisar Jepang Naruhito. Selain itu, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi bakal mengadakan pertemuan dengan Presiden Prabowo.
Pemerintah Jepang menyampaikan, lawatan Prabowo ke Jepang akan menjadi kesempatan bagi kedua negara untuk lebih memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis.
Sementara itu, kantor berita milik Korea Selatan, Yonhap, melaporkan bahwa Prabowo bakal mengunjungi Negeri Ginseng pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Lawatan itu guna membahas hubungan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Dilansir Yonhap, juru bicara Presiden Korea Selatan, Kang Yu-jung dalam pernyataan tertulis mengatakan kedua pemimpin akan membahas kerja sama praktis di pelbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, industri pertahanan dan keamanan, akal imitasi, infrastruktur, pembuatan kapal, energi nuklir, transisi energi, hingga sektor budaya.
Selain itu, disebutkan Presiden Prabowo dan Presiden Lee Jae Myung bakal berdiskusi ihwal cara untuk meningkatkan hubungan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan Korea Selatan. Kemudian, keduanya rencananya akan membahas situasi keamanan dan isu-isu global lainnya, termasuk mengenai Semenanjung Korea dan Asia Barat.




