Iran memperingatkan negara-negara tetangganya untuk tidak membiarkan 'musuh mengendalikan perang' dari tanah mereka

Pernyataan Presiden Pezeshkian merupakan peringatan terbaru kepada negara-negara di kawasan untuk tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan dalam perang AS-Israel.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mendesak negara-negara tetangganya untuk tidak membiarkan “musuh Teheran melancarkan perang” dari wilayah mereka dalam peringatan berulang kali kepada negara-negara yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat.

“Kami telah berkali-kali mengatakan bahwa Iran tidak melakukan serangan pendahuluan, namun kami akan membalas dengan keras jika infrastruktur atau pusat ekonomi kami menjadi sasaran,” katanya pada X pada hari Sabtu.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

“Kepada negara-negara di kawasan ini: Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh kami mengendalikan perang di wilayah Anda.”

Postingan Pezeshkian adalah seruan terbaru Iran kepada negara-negara tetangganya agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi melawan Iran dalam perang yang sedang berlangsung.

Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga mendesak negara-negara di sekitar Iran untuk menjauh dari Amerika Serikat.

Itu perang dimulai ketika AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada tanggal 28 Februari, menurunkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh dunia.

Sebulan kemudian, konflik dengan Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir diumumkan serangan yang lebih intens terhadap Iran hampir setiap hari seiring dengan terus dilakukannya Teheran target musuh bebuyutannya, serta negara-negara yang memiliki aset militer AS di Timur Tengah.

Serangan baru terhadap negara-negara Teluk

Di Kuwait, bandara internasional negara tersebut menjadi sasaran beberapa serangan drone pada hari Sabtu pagi yang menyebabkan kerusakan signifikan pada sistem radarnya namun tidak menimbulkan korban jiwa, menurut kantor berita pemerintah Kuna, yang mengutip Otoritas Penerbangan Sipilnya.

Juru bicara otoritas tersebut kemudian mengatakan bahwa serangan itu dilakukan oleh Iran, proksinya, dan faksi pasukan yang didukungnya.

Di Abu Dhabi, serangan menyebabkan puing-puing berjatuhan di dekat Zona Ekonomi Khalifa, dekat Pelabuhan Khalifa, melukai enam orang dan merusak fasilitas, menurut kantor media Emirat.

Tiga kebakaran yang dimulai karena jatuhnya puing-puing telah terkendali, katanya di X.

Sementara itu, militer Iran mengklaim menyerang sistem depot anti-drone Ukraina di Dubai di Uni Emirat Arab, dan menuduh mereka mendukung pasukan AS, yang juga diduga menjadi sasaran.

“Saat tempat persembunyian dan tentara Amerika di Dubai menjadi sasaran… depot sistem anti-drone Ukraina yang terletak di Dubai untuk membantu militer AS… menjadi sasaran dan penghancuran,” kata Ebrahim Zolfaghari, juru bicara militer Iran.

Kementerian Luar Negeri Ukraina membantah klaim tersebut.

Dua drone menargetkan pelabuhan Salalah di Oman, ibu kota provinsi Dhofar selatan, melukai satu orang dan menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah crane, kantor negara ONA melaporkan.

Zolfaghari mengatakan pasukan Iran menargetkan kapal pendukung militer AS “pada jarak yang cukup jauh dari pelabuhan Salalah di Oman”.

Raksasa pelayaran Denmark Maersk mengatakan operasi di Salalah dihentikan selama 48 jam setelah serangan pesawat tak berawak.

Alarm sirene diaktifkan beberapa kali di Bahrain untuk memperingatkan serangan yang akan datang, sementara Kementerian Dalam Negeri mendesak masyarakat untuk “pergi ke tempat aman terdekat”. Tidak ada jiwa korban yang dilaporkan.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan sebuah rudal balistik dan beberapa serangan drone pada hari Sabtu, dan menambahkan bahwa pertahanan udaranya menembak jatuh semuanya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pada hari Jumat, setidaknya 15 tentara Amerika terluka setelah Iran melancarkan serangan terhadap pangkalan udara di Arab Saudi, menurut laporan beritasaat konflik yang dimulai oleh Israel dan Amerika Serikat memasuki bulan kedua.

Serangan terhadap Pangkalan Pangeran Udara Sultan termasuk setidaknya enam rudal balistik dan 29 drone. Setidaknya lima tentara AS dilaporkan dalam kondisi serius.

INTERAKTIF - MINYAK TIMUR TENGAH - 27 MARET 2026-1774616473

  • Related Posts

    Polisi Panen 10 Ton Jagung di Tamansari Bogor, Dukung Program Ketahanan Pangan

    Jakarta – Polisi memanen 10 ton jagung di wilayah Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Bogor, Jawa Barat. Jagung tersebut dipanen dari lahan seluas 1,7 hektare. “Siang ini kita melaksanakan panen di 2…

    Prabowo Pimpin Ratas Virtual, Bahas Persiapan Baru Kebijakan Energi-Ekonomi

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas secara virtual bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Rapat tersebut membahas arah dan penyesuaian kebijakan strategis pemerintah ke depan. Rapat itu digelar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *