MANTAN Wakil Presiden Jusuf Kalla melawat ke sejumlah negara di kawasan Asean untuk menghadiri undangan dialog perihal perdamaian. Hal ini disampaikan oleh Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia mengatakan Jusuf Kalla sudah berangkat dalam lawatan ke berbagai negara pada Rabu, 25 Maret 2026. Jusuf Kalla dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 28 Maret mendatang.
“Didampingi Hamid Awaludin,” kata dia saat dihubungi pada Kamis, 26 Maret 2026. Hamid Awaludin merupakan Menteri Hak Asasi dan Manusia periode 2004-2007, yang kala itu pemerintahan dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono.
Husain belum merinci negara-negara di kawasan Asean yang disambangi Jusuf Kalla dalam lawatan dialog perdamaian ini. Namun, dia memastikan Jusuf Kalla tidak terbang ke Iran dalam agenda dialog perdamaian tersebut.
“Pak JK tidak ke Teheran, tapi ke beberapa negara Asean,” ucapnya.
Di sisi lain, Jusuf Kalla yang menjabat Ketua Umum Palang Merah Indonesia tengah mempersiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Iran. Husain mengatakan rencana PMI mengirim bantuan berupa obat-obatan ini akan dilaksanakan pada awal April mendatang.
“(Pengiriman bantuan kemanusiaan) tidak berkaitan dengan lawatan ke Asean kali ini,” ucapnya.
Di tengah konflik Timur Tengah akibat pecahnya perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran ini, Jusuf Kalla kerap menerima tamu dari berbagai unsur. Misalnya ketika Jusuf Kalla bertemu dengan sejumlah ekonom Tanah Air di kediamannya di Jakarta Selatan pada Ahad malam, 8 Maret 2026.
Persamuhan antara Jusuf Kalla dan sejumlah ekonom tersebut membahas dampak konflik Amerika Serikat dan Iran terhadap perekonomian Indonesia. Jusuf Kalla juga pernah menerima kunjungan Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, di kediaman pribadinya pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pertemuan JK dengan Boroujerdi itu membahas perkembangan kondisi terkini di Iran hingga kemungkinan peran Indonesia dalam mendorong penyelesaian konflik.
Seusai pertemuan, Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa Boroujerdi memaparkan kondisi terbaru di negaranya. Pemaparan Dubes Iran itu meliputi perlawanan rakyat dan jatuhnya korban sipil akibat serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
“Dalam pembicaraan dan kunjungan Dubes Iran, telah disampaikan situasi terakhir yang terjadi di Iran dan juga perlawanan rakyat Iran serta korban yang dicapai oleh kebanyakan sipil seperti anak sekolah dan sebagainya,” kata Kalla, dikutip dari keterangan resminya.
JK berujar, pihak Iran mengharapkan dukungan dari umat Islam, termasuk dari Indonesia. Adapun pada prinsipnya, menurut dia, masyarakat dan pemerintah Indonesia mendukung upaya perdamaian.






