Tito: 171 Jiwa Masih Tinggal di Tenda Pengungsian Aceh

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengatakan masih ada 43 kepala keluarga atau 171 jiwa di Provinsi Aceh yang mengungsi di tenda, empat bulan pascabencana. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera ini mengatakan angka tersebut berdasarkan data per 24 Maret 2026.

Tito berujar, dari total 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak, warga yang masih mengungsi terdapat di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen. Sementara di 16 kabupaten/kota lainnya tidak tercatat ada pengungsi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Kata Tito, data ini menunjukkan bahwa hampir 100 persen warga tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. Berdasarkan catatannya, jumlah pengungsi di Aceh per 2 Desember 2025 sekitar 107.820 kepala keluarga atau 1,4 juta jiwa.

“Sekarang yang kita lihat adalah yang ada di Aceh Tamiang, tepatnya di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, itu ada 26 KK atau 96 jiwa,” ucap Tito dalam jumpa pers perkembangan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Menurut Tito, hampir 100 pengungsi di Aceh Tamiang itu berada di wilayah terpencil yang aksesnya terkendala. Akibat akses yang sulit itu, pemerintah juga terhambat untuk membawa logistik masuk dan mulai membangun hunian sementara atau huntara.

Setelah akses terbuka, ujarnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB baru bisa masuk untuk mendirikan huntara. “Jadi saat ini prosesnya sudah dibangunkan huntara. InsyaAllah, paling lambat dua minggu ke depan,” ujar Tito.

Sementara di Bireuen, ada 17 kepala keluarga atau 75 jiwa yang masih mengungsi. Belasan keluarga tersebut, tutur Tito, belum pindah dari tenda pengungsian lantaran tidak ingin menerima dana tunggu hunian alias DTH. Mereka meminta untuk langsung dipindah ke huntara maupun hunian tetap  (huntap).

Untuk 26 keluarga di Aceh Tamiang, pemerintah memberikan solusi untuk membangun huntara. Hunian itu ditargetkan selesai dalam dua pekan. Sementara untuk 17 keluarga di Bireuen, pemerintah bakal mendirikan huntap. Namun, proses pembangunan diprediksikan akan memakan waktu yang cukup lama. 

“Kalau solusi untuk yang 26 ini sudah ada, sudah dibangun. Minggu depan, paling lambat dua minggu lagi selesai, 26 ini akan masuk huntara. No problem. Yang 17, karena maunya langsung huntap, ya, otomatis perlu waktu. Karena membangun huntap ini juga perlu waktu lebih dari sebulan,” tutur Tito.

Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini hampir mencapai 100 persen. Ia memastikan bahwa seluruh warga terdampak sudah keluar dari tenda pengungsian dan menempati hunian yang layak, baik huntara maupun hunian tetap. “Alhamdulillah, di tenda sudah tidak ada lagi, sudah 100 persen keluar. Bantuan semua sudah turuh ke rakyat,” kata Prabowo seusai salat Idulfitri 1447 H bersama warga di Masjid Darussalam, Kebun Tj Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh, Sabtu, 21 Maret 2026.

Bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor menghantam Pulau Sumatera bagian utara pada penghujung November 2025 lalu. Mala itu meluas di 52 kabupaten/kota yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

BNPB mencatat sebanyak 18 kabupaten/kota di Aceh terdampak, dengan rincian 203 kecamatan dan 3.046 desa/gampong. Bencana yang melanda Aceh tercatat mengakibatkan kerusakan total 81.654 rumah.

Adapun per 21 Maret 2026, jumlah korban jiwa akibat bencana banjir di Aceh sebanyak 564 jiwa. Sementara itu, hampir empat bulan berlalu, sejumlah 28 orang masih dinyatakan hilang.

  • Related Posts

    Waka MPR Dorong Peningkatan Literasi Hadapi Tantangan Kehidupan Berbangsa

    Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mendukung berbagai upaya peningkatan literasi masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menghadapi tantangan kehidupan berbangsa yang semakin berat. “Tantangan literasi di era…

    Anies Bertemu SBY di Cikeas, Bahas Apa?

    MANTAN Gubernur Jakarta Anies Baswedan menghadiri acara halalbihalal yang digelar Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Momen kehadiran Anies ini dibagikan oleh Merry Riana,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *