Rusia menyerang Ukraina dengan serangan siang hari yang jarang terjadi saat serangan baru dimulai

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa Kyiv menghadapi defisit rudal sementara Washington fokus pada perangnya melawan Iran.

Rusia telah melakukan salah satu serangan udara terbesar sejak dimulainya perang terhadap Ukraina, meluncurkan 948 drone dalam waktu 24 jam saat negara tersebut memindahkan pasukan dan peralatan ke garis depan dalam apa yang tampaknya merupakan awal dari serangan barunya.

Serangan siang hari yang jarang terjadi pada hari Selasa itu menjatuhkan dua orang di kota Ivano-Frankivsk di Ukraina barat dan satu orang di wilayah Vinnytsia, menurut otoritas regional.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 3 barang

daftar akhir

Di Lviv, rekaman yang diposting online menunjukkan sebuah drone menabrak sebuah bangunan tua di sebelah sebuah gereja di pusat bersejarah. Gubernur Lviv Maksym Kozytskyi mengatakan sebagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO di sekitar Gereja St Andrew abad ke-17 telah rusak.

“Rusia menyerang pusat kota yang padat di siang hari bolong,” tulis Perdana Menteri Yulia Svyrydenko di X.

Serangan dalam semalam

Serangan tersebut menyusul pemboman semalam di 11 wilayah yang menyerang lima orang, termasuk dua di wilayah Poltava, dan masing-masing satu di wilayah Zaporizhia, Kherson dan Kharkiv.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengeluarkan seruan baru kepada sekutunya untuk menambah amunisi pertahanan udara ke Kyiv, memperingatkan bahwa Kyiv, yang bergantung pada AS untuk sistem pertahanan udara terhadap rudal balistik, akan menghadapi defisit rudal sementara Washington fokus pada perang AS-Israel melawan Iran.

“Penting untuk terus mendukung Ukraina. Penting agar semua perjanjian mengenai perlindungan udara dilaksanakan tepat waktu,” katanya pada X.

Pelaporan pada pembicaraan antara Ukraina dan AS yang dibuka di negara bagian Florida, AS pada hari Sabtu, Zelenskyy mengatakan bahwa perjanjian jaminan keamanan yang telah lama diminta Kyiv dari Washington belum dikembangkan.

Presiden Ukraina pada bulan Januari mengatakan bahwa dokumen tersebut, yang akan memastikan AS dan sekutu lainnya akan membantu Ukraina jika Rusia menyerang lagi setelah perang berakhir, telah “100 persen siap” dan menunggu untuk penandatanganan.

“Tugas yang paling penting adalah mengembangkan jaminan keamanan dengan cara yang membawa kita lebih dekat untuk mengakhiri perang,” tulis Zelenskyy di X setelah berdiskusi dengan tim perundingnya, dan menambahkan bahwa “situasi geopolitik menjadi lebih rumit” akibat perang terhadap Iran.

Serangan baru sedang berlangsung

Secara paralel, pertempuran di Ukraina timur, dan Institute for the Study of War (ISW), sebuah lembaga pemikir, melaporkan bahwa Rusia telah memindahkan alat berat dan lebih banyak pasukan ke garis depan.

Jenderal Oleksandr Syrskii, panglima angkatan bersenjata Ukraina, mengatakan pasukan Rusia dalam beberapa hari terakhir melakukan upaya serentak untuk menerobos garis pertahanan di beberapa wilayah strategis.

“Pertempuran sengit terjadi di seluruh jalur kontak,” kata Syrskii pada Senin di Telegram, melaporkan bahwa Rusia telah melancarkan 619 serangan dalam empat hari dan Ukraina telah mengerahkan bala bantuan untuk melawan serangan tersebut.

ISW yang berbasis di Washington mengatakan laporan Syrskii mendukung penilaiannya bahwa serangan baru Rusia sedang berlangsung.

Rusia, yang menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, telah meningkatkan perangnya setiap tahun pada musim semi, ketika salju mencair dan kondisi cuaca bagi pasukannya membaik.

Namun, mereka belum mampu menjangkau kota-kota dan hanya mencapai kemajuan kecil di wilayah pedesaan.

  • Related Posts

    Rincian Biaya hingga Syarat Mengikuti Jambore Dunia 2027

    KWARTIR Nasional (Kwarnas) Pramuka menetapkan estimasi biaya Rp 67 juta per peserta untuk mengikuti Jambore Dunia 2027 di Gdansk, Polandia. Peserta dari Kwartir daerah (Kwarda) perlu membayar biaya itu untuk…

    Polisi India mengatur antrean panjang di tengah meningkatkan kekhawatiran akibat kekurangan bahan bakar

    Umpan Berita Polisi India Ditempatkan di pompa bensin di negara bagian Gujarat ketika masyarakat panik atas kemungkinan kekurangan bahan bakar. India mendapatkan lebih dari 40% impor minyak mentahnya melalui Selat…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *