WAKIL Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Maria Yohana Esti Wijayanti menyoroti potensi learning loss dalam rencana kebijakan belajar daring bagi siswa. Wacana ini mengemuka sebagai bagian dari salah satu upaya pemerintah menghemat bahan bakar minyak di tengah situasi global.
Esti menjelaskan learning loss sebagai fenomena yang menyebabkan peserta didik malas belajar serta cenderung melupakan kewajibannya sebagai siswa. Dia mengatakan keadaan semacam ini pernah terjadi ketika pembelajaran daring yang diterapkan imbas wabah Covid-19.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dia menilai kegiatan belajar mengajar jarak jauh saat pandemi itu tak efektif bagi siswa. “Kita semua tahu sistem (pembelajaran daring) meninggalkan problem yang tidak sesederhana bagi dunia pendidikan,” kata dia dalam keterangan tertulisnya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Sistem pembelajaran daring, ujar Esti, membuat para pelajar kesulitan dalam menyerap materi. Aspek kedisiplinan, pembentukan karakter, hingga kendala teknologi juga menjadi tantangan nyata dalam rencana memberlakukan kembali pembelajaran jarak jauh ini.
“Sistem pembelajaran jarak jauh juga menimbulkan dampak pada aspek psikologis dan kesehatan fisik anak,” ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.
Esti mengatakan pemerintah harus mengkaji secara lebih dalam perihal wacana pembelajaran daring bagi siswa ini. Sebab, dia menyatakan pendidikan bagi generasi penerus bangsa semestinya tidak boleh dikorbankan, apalagi berpotensi menimbulkan dampak berkepanjangan.
“Pasti masih ada langkah alternatif terbaik untuk mengatasi persoalan perekonomian imbas kemungkina naiknya harga minyak karena kondisi global dunia,” kata Esti.
Sebelumnya, pemerintah membuka opsi pembelajaran hybrid di tengah situasi penghematan energi akibat kondisi global. Namun, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menyatakan kegiatan belajar mengajar tetap diprioritaskan secara tatap muka.
Hal tersebut diputuskan setelah Pratikno menggelar rapat lintas kementerian bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta Menteri Agama Nasaruddin Umar.
Pratikno mengatakan kualitas pendidikan siswa tetap penting untuk dijaga, sehingga wacana pembelajaran daring dinilai belum menjadi urgensi. Dia menilai proses pembelajaran luring justru tetap harus dioptimalkan meski situasi global tengah mengalami krisis.
“Jangan sampai timbul learning loss. Oleh karena itu diutamakan penyelenggaraan proses pembelajaran tetap berjalan luring bagi siswa,” kata dia dalam keterangannya pada Selasa, 24 Maret 2026.






