NASA akan menghabiskan $20 miliar untuk pangkalan bulan, pesawat luar angkasa Mars untuk meluncurkan nuklir

Badan tersebut akan meningkatkan misi robot ke bulan dan meluncurkan pesawat luar angkasa bernama Space Reactor 1 Freedom.

NASA telah mengumumkan perubahan besar-besaran terhadap strategi bulan dan Mars, membatalkan rencana pembangunan stasiun luar angkasa yang mengorbit bulan, dan malah memberikan dana sebesar $20 miliar selama tujuh tahun ke depan untuk membangun pangkalan di permukaan bulan, sekaligus memajukan rencana pengiriman pesawat ruang angkasa bertenaga nuklir ke Mars.

Administrator NASA Jared Isaacman menceritakan perubahan tersebut pada hari Selasa dalam pertemuan di Washington, DC, dengan mitra, kontraktor dan pejabat pemerintah yang terlibat dalam program Artemis, mengatakan bahwa badan tersebut akan meningkatkan misi robot ke bulan dan meletakkan dasar bagi energi nuklir di permukaan bulan.

Isaacman, yang ditunjuk oleh Presiden AS Donald Trump dan mulai menjabat pada bulan Desember, mengatakan perubahan tersebut merupakan bagian dari perombakan yang lebih luas terhadap strategi Bulan-ke-Mars NASA dalam jangka panjang.

Pangkalan bulan yang dimaksudkan untuk mendukung kehadiran manusia dalam jangka panjang di permukaan bulan, dengan misi robotik yang diharapkan dapat membantu mempersiapkan lokasi, menguji teknologi, dan mulai membangun infrastruktur sebelum astronot kembali pada akhir dekade ini.

Badan tersebut juga mengungkapkan rencana untuk meluncurkan pesawat luar angkasa yang disebut Space Reactor 1 Freedom sebelum akhir tahun 2028, sebuah misi yang dirancang untuk mendemonstrasikan propulsi listrik nuklir di luar angkasa dalam perjalanan ke Mars.

Pesawat luar angkasa itu akan mengirimkan helikopter ke Planet Merah, mirip dengan helikopter uji robotik Ingenuity yang terbang bersama penjelajah Perseverance milik NASA, sebuah langkah yang menurut badan tersebut akan membantu memindahkan teknologi propulsi nuklir dari pengujian laboratorium ke misi operasional luar angkasa.

Helikopter Ingenuity adalah pesawat pertama yang mencapai penerbangan bertenaga dan terkendali di planet lain. Ia melakukan perjalanan ke Mars dengan menggunakan penjelajahan Perseverance milik NASA dan mendarat pada Februari 2021.

Menjeda stasiun Lunar Gateway

Stasiun Lunar Gateway, sebuah stasiun luar angkasa terencana di orbit bulan yang sedang dikembangkan bersama kontraktor termasuk Northrop Grumman dan mitra internasional, dimaksudkan sebagai pangkalan di mana para astronot dapat tinggal dan bekerja sebelum menuju ke permukaan Bulan.

Namun NASA kini berencana menggunakan kembali beberapa komponen Gateway untuk digunakan di permukaan.

Penggunaan kembali Gerbang Bulan untuk membuat pangkalan di permukaan bulan menimbulkan komunikasi mengenai peran masa depan Jepang, Kanada, dan Badan Antariksa Eropa dalam program Artemis, tiga mitra utama NASA yang telah setuju untuk menyediakan komponen untuk stasiun orbit.

“Seharusnya tidak mengejutkan siapa pun bahwa kami menghentikan sementara Gateway dalam bentuk saat ini dan fokus pada infrastruktur yang mendukung operasi berkelanjutan di permukaan bulan,” kata Isaacman.

Perubahan pada program Artemis andalan NASA membentuk kembali kontrak senilai miliaran dolar dan terjadi ketika Amerika Serikat menghadapi persaingan yang semakin ketat dari Tiongkok, yang bertujuan untuk mendaratkan astronot di bulan pada tahun 2030.

Program Artemis, yang dimulai pada tahun 2017 pada masa jabatan pertama Trump sebagai presiden, membayangkan misi bulan reguler sebagai tindak lanjut yang telah lama ditunggu-tunggu oleh NASA atas misi bulan pertama dalam program Apollo yang berakhir pada tahun 1972.

  • Related Posts

    Gempa M 4,2 Terjadi di Halmahera Selatan Malut

    Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,2 terjadi di Halmahera Selatan, Maluku Utara (Malut). Gempa berpusat di laut. BMKG melaporkan gempa terjadi Rabu (25/3/2026), pukul 05.26 WIB. Gempa terjadi pada…

    Aktivis menyebut kapal pesiar Larry Ellison sebagai 'The Trump Propagandist'

    Umpan Berita Kelompok aktivis Inggris Led By Donkeys merilis sebuah video kapal yang menunjukkan para anggotanya mendekati superyacht milik Larry Ellison dan memberinya label “The Trump Propagandist.” Kelompok tersebut mengatakan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *