Kepala Bais TNI Serahkan Jabatan Buntut Kasus Andrie Yunus

MARKAS Besar Tentara Nasional Indonesia memastikan Kepala Badan Intelijen Strategis Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo telah menyerahkan jabatannya. Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Aulia Dwi Nasrullah mengatakan pergantian pemimpin Bais TNI itu merupakan buntut dari kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hal asasi manusia Andrie Yunus.

“Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” kata Aulia Dwi Nasrullah di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Rabu, 25 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jenderal bintang dua itu tak menjelaskan lebih rinci ihwal pergantian Kabais TNI itu, termasuk siapa perwira tinggi yang menggantikan Yudi.

Yudi Abrimantyo menjabat sebagai Kepala Bais TNI sejak Maret 2024. Dia merupakan lulusan Akademi Militer angkatan 1989 dan bergabung sebagai infanteri Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Sebelumnya, Andrie Yunus yang kerap mengkritik Undang-Undang TNI dan perluasan peran militer di ruang sipil, disiram air keras saat mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekersan (KontraS) itu disiram larutan berbahaya oleh dua orang tak dikenal. Kedua pelaku mengendarai sepeda motor yang datang dari arah berlawanan dengan Andrie.

Cairan kimia yang bersifat korosif itu mengenai tubuh bagian kanan Andrie, seperti mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian baju korban juga meleleh imbas terkena air keras.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Andrie mengalami luka bakar serius sebanyak 24 persen. Kini Andrie masih menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

Kepolisian RI dan TNI masing-masing menyelidiki kasus tersebut. Tapi hasil penyelidikan kedua institusi itu berbeda. Polda Metro Jaya menyatakan terdapat dua pelaku berinisial BHC dan MAK.

Sementera itu, TNI mengungkap ada empat terduga pelaku yang terlibat dalam penyerangan air keras ke Andrie Yunus. Keempatnya adalah Kapten NDP, Letnan Satu SL, Letnan Satu BHW, dan Sersan Dua ES.

Pusat Polisi Militer TNI mengklaim keempat terduga pelaku itu sudah ditahan pada Rabu, 18 Maret 2026. Kapuspen TNI Aulia Dwi Nasrullah berujar saat ini penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus masih berjalan.

“Mohon menunggu sampai seluruh proses penyidikan oleh penyidik dari Puspom TNI selesai dilaksanakan,” kata Aulia dalam keterangan sebelumnya.

  • Related Posts

    Israel secara paksa mengusir lebih banyak keluarga Palestina di Yerusalem Timur

    Kelompok hak asasi manusia mengatakan Israel ‘memperluas pembersihan etnis di Yerusalem Timur, melemparkan keluarga-keluarga Palestina ke jalan-jalan’. Sekitar keluarga Palestina telah diusir dari rumah mereka pendudukan Yerusalem Timurketika kelompok hak…

    Rombongan Wisatawan di Anyer Protes Jalan Ditutup, Sempat Coba Terobos Jalur

    Kabupaten Serang – Kepolisian Daerah (Polda) Banten merespons soal video viral rombongan wisatawan, yang tidak mematuhi arahan petugas di Simpang Teneng, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Polisi menyebut kejadian itu terjadi,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *