Berbagai Alasan Pemerintah Memutuskan Belajar Tetap Luring

PEMERINTAH memutuskan para murid tetap belajar tatap muka di tengah krisis global. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah mengangggap pembelajaran tatap muka menjadi prioritas.

Pratikno menegaskan hal ini dalam arahan internal kepada jajaran kedeputian kesehatan dan pendidikan Kemenko PMK pada Senin, 23 Maret 2026.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan tidak ada rencana pembelajaran daring bagi siswa. Dengen begitu, proses belajar bagi siswa sekolah dasar hingga menengah akan berlangsung secara normal, yakni dengan tatap muka selama lima hari dalam satu pekan.

Sebelumnya dalam sidang kabinet di Istana Negara, Jakarta, pada 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak. Prabowo juga mempertimbangkan kebijakan work from home alias kerja dari rumah sebagai langkah antisipasi dampak krisis global.

Berikut alasan pembelajaran tatap muka harus tetap berjalan.

1. Kualitas Pendidikan Mesti Dijaga

Pratikno mengatakan pembelajaran tatap muka menjadi prioritas pemerintah. Di tengah krisis global, kualitas pendidikan mesti tetap dijaga. Maka dari itu, sektor pendidikan harus berjalan optimal dan sebisa mungkin dilakukan secara luring.

2. Tidak Ingin Timbul Learning Loss

Pratikno berujar Prabowo menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang pendidikan hingga kesehatan. Pratikno tidak mau proses pembelajaran sampai menimbulkan learning loss. 

Istilah learning loss merujuk pada hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu. Oleh karenanya, pemerintah mengutamakan proses pembelajaran bagi siswa dilakukan secara luring alias tatap muka.

3. Tak Ada Urgensi Pembelajaran Hybrid 

Pratikno mengakui pernah ada diskusi tentang kemungkinan penggunaan metode hybrid dalam proses pembelajaran siswa. Namun pembicaraan lintas kementerian menyepakati saat ini tidak ada urgensi dalam pembelajaran daring bagi siswa.

“Sebagaimana prioritas luar biasa Bapak Presiden kepada sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi sekolah, sekolah rakyat, dan sekolah unggul garuda, maka kita harus mempercepat peningkatan kualitas pendidikan secara umum,” kata Pratikno.

Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam tulisan ini
  • Related Posts

    Kesaksian soal Kinerja Luar Biasa Kapolres Aceh Tengah saat Bencana Sumatera

    Jakarta – Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufiq disebut sebagai sosok polisi yang kepemimpinannya menjadi teladan. AKBP Taufiq dinilai sebagai polisi yang total melayani masyarakat dan sosok yang komunikatif. Atas…

    Puncak Arus Balik 2026, Kakorlantas: 256 Ribu Kendaraan Kembali ke Jakarta

    Jakarta – Korlantas Polri mencatat lonjakan arus balik Lebaran 2026 yang mencapai puncaknya pada H+3 atau Selasa (24/3). Dalam satu hari kemarin, sebanyak 256.338 kendaraan terpantau masuk ke Jakarta melalui…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *