Jakarta –
Polisi mengungkap motif di balik kasus pembunuhan seorang wanita, S (35) disertai mutilasi di Samarinda. Aksi keji dilakukan oleh suami siri dan ibu angkat korban. Apa motifnya?
Kapolresta Samarinda Kombes Hendri Umar menjelaskan terdapat dua motif utama yang melatarbelakangi aksi suami siri korban, J (53) dan ibu angkat korban, R (56). Motif tersebut yakni sakit hati serta keinginan menguasai barang milik korban.
“Pelaku melakukan ada dua motifnya. Yang pertama, merasa sakit hati dengan tuduhan-tuduhan dari korban yang menyatakan bahwa kedua pelaku ini telah selingkuh dan telah melakukan hubungan badan berkali-kali,” ujar Hendri, saat konferensi pers di Mapolresta Samarinda, dilansir detikKalimantan, Minggu (22/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pelaku juga diduga ingin menguasai barang-barang milik korban. Barang tersebut meliputi kendaraan bermotor hingga alat komunikasi dan barang berharga lainnya.
“Motif yang kedua juga untuk menguasai barang-barang yang dimiliki oleh korban. Baik itu berupa kendaraan bermotor maupun alat komunikasi berupa handphone dan alat-alat berharga lainnya,” lanjutnya.
Lebih lanjut Hendri mengungkapkan aksi tersebut bukan dilakukan secara spontan. Kedua pelaku telah menyusun rencana sejak Januari 2026, termasuk menentukan lokasi pembuangan jasad korban.
“Sejak bulan Januari 2026 disampaikan bahwa kedua pelaku ini sudah melakukan perencanaan. Bahkan mereka sudah melakukan survei untuk nanti lokasi pembuangan jenazah korban ini setelah dieksekusi,” katanya.
Baca berita selengkapnya di sini.
(rdp/imk)






