SEJUMLAH menteri merespons rencana Presiden Prabowo Subianto memotong gaji pejabat negara untuk menghemat anggaran. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji mengatakan ia akan mengikuti keputusan Prabowo.
Politikus Partai Golongan Karya ini mengatakan langkah Presiden adalah untuk kepentingan bernegara. “Saya ini pembantu Presiden. Apa pun kebijakan yang diambil oleh Presiden, pasti kami tunduk dan patuh,” kata dia saat dihubungi, Senin, 23 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berpandangan sama. Ia mengaku akan mengikuti kebijakan Presiden. “Saya akan patuh pada apapun yang menjadi kebijakan Presiden,” kata dia saat dihubungi, Senin, 23 Maret 2026.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid mengatakan kebaikan itu untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama. “Sebagai abdi dan aparatur negara kami, sami’na wa argo’ a selama untuk kebaikan dan kemaslahatan bangsa dan rakyat Indonesia,” tutur politikus Golkar itu saat dihubungi, Senin, 23 Maret 2026.
Pemerintah berencana menerapkan kebijakan pemotongan gaji bagi para menteri Kabinet Merah Putih. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan kebijakan tersebut masih dalam tahap pengkajian.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Jumat, 13 Maret 2026, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya penghematan kendati belum memasuki krisis. Prabowo mencontohkan Pakistan telah menerapkan langkah ekstrem, seperti mengurangi hari kerja hingga memangkas gaji pejabat.
“Ini hanya sebagai perbandingan. Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, seperti kita dulu saat Covid-19,” kata Prabowo.
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai, lwat media sosial X miliknya, @NataliusPigai2, mengatakan akan mengikuti instruksi Prabowo. Ia mengatakan bersedia gajinya dipangkas. “Gaji pokok saya Rp18 juta, dan saya masih mencukupi dari tunjangan serta perjalanan dinas sesuai aturan,” ujar Pigai, Jumat, 20 Maret 2026. Ia mengizinkan cuitannya dikutip Tempo.
Andi Adam Fatuhrahman berkontribusi dalam penulisan artikel ini.






