MENGGELAR spanduk bekas sebagai alas, Saiman duduk bersila bersama sekitar 10 anggota keluarganya di bawah pohon rindang di Taman Margasatwa Ragunan, Minggu siang, 22 Maret 2026. Bekal makanan dengan menu nasi dan opor ayam dari rumah di Tanah Baru, Depok, sudah tersaji sederhana. Di sela santap itu, tawa anak-anak dan cucu-cucunya pecah, mengisi ruang teduh yang terasa lapang di tengah padatnya Jakarta.
Bagi Saiman, 56 tahun, Ragunan bukan sekadar tempat rekreasi. Taman Margasatwa yang berlokasi di selatan Jakarta ini menjadi tujuan rutin setiap libur Lebaran. “Kami rombongan, dari saudara sampai cucu. Tiap tahun datang H+1 Lebaran,” ujar pria yang bekerja sebagai petugas keamanan itu.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Pilihan itu bukan tanpa alasan. Tiket masuk Ragunan relatif murah: Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak usia 3–12 tahun. Dengan biaya terjangkau, satu keluarga besar bisa tetap menikmati libur Lebaran tanpa harus merogoh kocek dalam.
Pukul 10.00 WIB, Saiman dan keluarganya berangkat dari Depok mengendarai sepeda motor. Ia tak mudik karena berasal dari Betawi. Ragunan menjadi pilihan karena dekat, sekaligus memberi pengalaman bagi anak-anak. “Buat nambah pengetahuan cucu soal hewan,” katanya.
Di tengah kota yang kian padat, Taman Margasatwa Ragunan menawarkan ruang teduh. Hamparan pepohonan dan area hijau memungkinkan pengunjung duduk santai, menggelar alas, dan menikmati waktu bersama keluarga. Aktivitas sederhana yang kian jarang ditemui.
Namun, fasilitas belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pengunjung. Saiman menilai pilihan tempat makan di dalam area tersebut masih terbatas. Karena itu, membawa bekal dari rumah menjadi pilihan yang lebih praktis sekaligus hemat.
Hal serupa diutarakan Sutarmi, 67 tahun. Perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah, telah 11 tahun tinggal di Jakarta. Ia datang ke Ragunan untuk menikmati suasana yang berbeda dari hiruk-pikuk kota. Selain harga tiket murah, Sutarmi ingin menikmati udara segar mengingat di Jakarta sudah jarang ada taman. “Menikmati udara segar,” kata dia, Minggu, 22 Maret 2026.
Lonjakan pengunjung saat libur Lebaran menegaskan peran Ragunan sebagai ruang rekreasi rakyat. Kepala Humas Ragunan, Wahyudi, menyebutkan jumlah pengunjung mencapai sekitar 30 ribu orang hingga Ahah siang. Angka itu diperkirakan meningkat hingga 70 ribu sebelum taman tutup pukul 16.00 WIB.
Di hari libur Lebaran seperti ini, Ragunan bukan sekadar taman margasatwa dan taman rekreasi. Ragunan menjadi ruang temu, tempat warga berbagi waktu, cerita, dan kebersamaan keluarga. Di bawah rindang pepohonan, kesederhanaan justru terasa.






