PEMERINTAH Provinsi Jakarta menggelar open house atau gelar griya di Balai Kota Jakarta pada hari pertama Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu, 21 Maret 2026. Warga memadati kantor Gubernur Jakarta itu beberapa jam sebelum acara dimulai. Acara baru dimulai pukul 13.00 WIB. Hingga lewat pukul 14.00 WIB, warga masih terus berdatangan.
Di dalam Balai Kota, warga mengantre untuk bersalaman dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno. Seorang warga Jakarta, Karina Eka Dwi Salim, kecewa karena tak mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Pramono dan Rano Karno.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Terlalu diburu-buru, sampai tidak punya kesempatan untuk mengobrol atau menyampaikan pesan,” kata Karina saat ditemui di Pendopo Balai Kota Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Petugas keamanan membatasi waktu kurang dari 2 menit bagi warga yang ingin bertemu dan bersalaman dengan Pramono dan Rano. Padahal, kata Karina, ia sudah mengantre sejak lama.
Karina bersama anak laki-lakinya tiba di Pendopo Balai Kota Jakarta pukul 12.45 WIB. Ia baru bisa bersalaman dengan Pramono satu jam kemudian.
Ia memahami bahwa para pejabat memiliki agenda lain. Namun, sebagai masyarakat, ia berharap agar agenda silaturahmi dapat sekaligus menjadi untuk menyampaikan aspirasi. “Saya ingin sampaikan pesan, halte Transjakarta di Rawasari masih belum inklusif,” ucap perempuan berusia 42 tahun itu.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengaku senang dengan antusias warga Jakarta yang datang untuk bersilaturahmi ke Balai Kota. Namun, dia mengklaim, dalam kegiatan ini, tidak ada warga yang menyapaikan keluhan. “Enggak ada keluhan. Cuma silaturahmi, cuma halal bihalal,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia tersebut.






