PRESIDEN Prabowo Subianto akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Aceh dan Sumatera Utara. Keduanya merupakan daerah terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu, di samping Sumatera Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Prabowo dijadwalkan bertolak ke Sumatera Utara menjelang Jumat malam ini, 20 Maret 2026. Dia berencana menghabiskan malam takbiran, penanda akhir Ramadan, di provinsi tersebut. “Pak Presiden akan malam takbiran di Sumatera Utara,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Setelah dari Sumatera Utara, Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Aceh. “Insyaallah (Prabowo) akan salat Idul Fitri di Aceh besok pagi,” ucap Teddy.
Menjelang Idul Fitri tahun ini, Prabowo sempat mengimbau jajarannya untuk merayakan Lebaran dengan sederhana. Dia meminta para pejabat tak berlebihan jika mengadakan gelar griya atau open house.
Dia berujar saat ini Indonesia tengah perlu berhemat, dimulai dari para pejabatnya. “Kita juga harus memberi contoh, open house jangan terlalu bermewah-mewahan,” kata Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026.
Selain itu, Prabowo menilai pejabat tidak pantas bermewahan saat masih banyak masyarakat di Tanah Air yang terdampak bencana. “Saudara kita di daerah bencana, dan suasana ini kita kasih contoh ke rakyat,” tutur Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Meski begitu, Prabowo berujar, larangan bermewah-mewahan ini bukan berarti pejabat tidak boleh menggelar open house. Dia menyebutkan berbagai acara saat hari raya tetap diperlukan agar roda perekonomian tetap berjalan. “Tapi kita juga jangan total, istilahnya, tutup semua acara. Kalau tidak, ekonomi kita juga enggak berjalan,” katanya.
Pada 16 Maret 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menerbitkan surat imbauan mengenai ketentuan open house bagi pejabat. Surat bernomor B-40/M/S/HL.OO/03/2026 itu ditujukan kepada para menteri anggota kabinet, jaksa agung, panglima Tentara Nasional Indonesia, kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, hingga para pimpinan lembaga pemerintah.
Edaran ini mengingatkan kembali bahwa masih ada daerah-daerah terdampak bencana alam di berbagai wilayah tanah air. Maka dari itu, Presiden melalaui Kementerian Sekretariat Negara mengimbau agar kegiatan open house atau halal bihalal bisa memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, seperti melalui kegiatan sosial.






