PIMPINAN Pusat Muhammadiyah menyediakan 76 titik lokasi penyelenggaraan salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Jakarta pada hari ini, Jumat, 20 Maret 2026. Di Jakarta Pusat, PP Muhammadiyah akan melaksanakan salat Id di 11 titik, termasuk di halaman Gedung PP Muhammadiyah, Menteng; Masjid At-Taqwa di Jalan Kramat Raya; serta Masjid Jamiatussholihin, Johar Baru.
Untuk jemaah di wilayah Jakarta Selatan, lokasi salat Id tersebar di 15 titik, seperti di Sekolah Pasca Sarjana UHAMKA; Kompleks Perguruan Muhammadiyah Cipulir; serta Masjid Jami Aisyah Cilandak Barat.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Di Jakarta Barat, lokasi salat Id tersebar di 22 titik mulai dari Masjir Raya Muhammadiyah Uswatun Hasanah Cengkareng; Masjid Al Furqon Slipi; hingga lapangan SMAN 2 Jakarta di Jalan Gajah Mada.
Kemudian, di Jakarta Timur PP Muhammadiyah menyediakan lokasi salat Id di 14 titik, seperti di Perguruan Muhammadiyah Utan Kayu; Masjid Nurul Islam Cililitan; dan Masjid Istiqomah Pasar Rebo.
Sedangkan di Jakarta Utara, lokasi pelaksanaan salat Id disebar di 14 titik mulai dari Masjid Darusy Syfa Kompleks Rumah Sakit Islam Jakarta; Masjid Al Jihad Koja; serta Masjid Al Hikmah Pademangan Timur.
Berdasarkan keterangan dalam laman resmi PP Muhammadiyah, jemaah di seluruh Indonesia dapat mengakses lokasi pelaksanaan salat Ied di daerah masing-masing. Akses lokasi dapat diketahui melalui aplikasi MASA atau dapat mengunjungi laman https://s.Id/LokasiSalatIdulFitri1447H.
PP Muhammadiyah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 hari ini. Ketua Bidang Hisab, Iptek Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Fathurrahman menjelaskan, penetapan didasarkan pada penggunaan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang bertumpu pada metode hisab. “Untuk Muhammadiyah jelas, dengan KHGT, 1 Syawal itu Jumat, 20 Maret 2026,” kata dia dikutip dari laman resmi PP Muhammadiyah, Jumat.
Kemarin, pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil dalam sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar pada Kamis, 19 Maret 2026.
Nasaruddin mengatakan, pemantauan hilal di seluruh wilayah Indonesia menunjukkan posisi bulan sabit muda belum memenuhi kriteria yang ditetapkan menteri-menteri agama Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Indonesia (MABIMS), khususnya dari sisi elongasi.
“Ketinggian hilal di atas ufuk berkisar antara 0 derajat 54 menit 27 detik hingga sekitar 3 derajat, dengan elongasi mulai dari 4 derajat 32 menit 40 detik,” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Agama.
Nazaruddin menambahkan, berdasarkan hasil rukyatul hilal di berbagai daerah, tidak ada laporan hilal yang terlihat. Karena itu, pemerintah memutuskan untuk menyempurnakan bulan Ramadan menjadi 30 hari (istikmal), sehingga 1 Syawal jatuh pada Sabtu.






