WALI KOTA Solo Respati Ardi akan menggelar kegiatan open house atau gelar griya dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Loji Gandrung, Solo, Jawa Tengah. Agenda tahunan tersebut rencananya dilaksanakan setelah penetapan 1 Syawal melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 19 Maret 2026.
Respati mengemukakan waktu pelaksanaan open house akan menyesuaikan hasil keputusan pemerintah terkait penentuan hari raya. “Untuk tanggalnya nanti mengikuti hasil sidang isbat tanggal 19 Maret,” ujar Respati kepada wartawan di Solo, Kamis 19 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Respati menjelaskan kegiatan akan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB atau setelah dirinya bersama Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani seusai melaksanakan salat Idul Fitri di Balai Kota Solo. Konsep acara, menurut dia, tetap dibuat sederhana seperti tahun-tahun sebelumnya, namun tetap terbuka untuk masyarakat umum.
“Kami tetap sama dengan tahun-tahun sebelumnya, acara diselenggarakan secara sederhana namun terbuka untuk masyarakat umum,” katanya.
Meski mengusung konsep sederhana, Pemerintah Kota Solo tetap berupaya menghadirkan suasana yang nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah penyediaan fasilitas ramah anak
Respati mengungkapkan, pihaknya akan menghadirkan area bermain atau playground agar anak-anak dapat menikmati suasana Lebaran dengan lebih menyenangkan.
“Khusus di Solo, yang spesial di open house ini adalah adanya playground untuk anak-anak bermain di Loji Gandrung,” ucapnya.
Selain itu, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pilihan kuliner serta hiburan live music yang diharapkan dapat menambah kehangatan suasana silaturahmi. Respati menilai, kehadiran fasilitas tersebut dapat membuat masyarakat lebih betah dan menikmati momen kebersamaan.
Ia pun mengajak warga Solo untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang berkumpul dan bersilaturahmi. “Silakan jika warga Solo yang belum ada kegiatan, kita bersama-sama merayakan di Loji Gandrung di hari H,” ujarnya.
Menurut Respati, open house ini bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan juga ruang interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat hubungan sekaligus menghadirkan kebahagiaan di hari kemenangan.
“Harapannya tentu bisa menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan warga, serta membawa kebahagiaan di momen Lebaran,” kata dia.






