Pelindo Regional 2 Layani 119 Ribu Penumpang

INFO TEMPO – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional 2 memastikan kesiapan penuh seluruh terminal penumpang dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Upaya ini dilakukan secara menyeluruh guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, menyampaikan bahwa berbagai aspek telah dipersiapkan secara optimal, mulai dari fasilitas, operasional, hingga koordinasi lintas instansi. “Kami telah menyiapkan seluruh terminal penumpang dengan sangat baik, mencakup sarana prasarana, pengaturan alur layanan, serta kesiapan personel agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan lancar,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Hingga H-2 Lebaran, pergerakan penumpang di wilayah Regional 2 menunjukkan tren positif dan tetap terkendali. Arus penumpang terdistribusi di berbagai terminal, dengan konsentrasi utama berada di wilayah Banten sebagai simpul penyeberangan, sementara terminal lain turut mendukung distribusi arus agar tidak terpusat di satu titik.

Berdasarkan data operasional, total voyage atau vessel call tercatat sebanyak 215 trip. Sementara itu, total penumpang mencapai 119.553 orang. Untuk kendaraan, roda dua tercatat 69.865 unit dan kendaraan logistik sebanyak 13.279 unit, dengan total keseluruhan kendaraan mencapai 83.144 unit.

“Secara umum, tren pergerakan mulai meningkat sejak pertengahan periode dan terus bergerak naik. Pola ini menunjukkan distribusi arus mudik mulai tersebar ke beberapa pelabuhan pendukung, sehingga membantu mengurangi tekanan di pelabuhan utama,” jelas Budi.

Dalam aspek keamanan dan keselamatan, Pelindo Regional 2 menempatkan hal tersebut sebagai prioritas utama. Berbagai langkah dilakukan, seperti peningkatan pengawasan di area terminal, penambahan personel operasional dan keamanan, serta penguatan prosedur layanan penumpang.

Seluruh fasilitas pendukung seperti ruang tunggu, jalur embarkasi dan debarkasi, serta sistem informasi juga dipastikan berjalan optimal guna menghindari kepadatan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa.

Pelindo Regional 2 turut memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta otoritas pelabuhan (KSOP) untuk menjaga keamanan kawasan dan pengaturan lalu lintas.

Selain itu, koordinasi juga dilakukan bersama operator kapal, pemerintah daerah, serta instansi transportasi lainnya seperti PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Korlantas Polri guna memastikan sinkronisasi layanan dan kesiapan menghadapi puncak arus mudik.

Untuk meningkatkan pelayanan, Pelindo Regional 2 telah menyiapkan posko terpadu di terminal penumpang. Posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan bantuan bagi pemudik, yang dikelola bersama Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Kepolisian, TNI, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.

Berbagai fasilitas pendukung juga disediakan, seperti posko kesehatan, area bermain anak, bengkel gratis, area UMKM, mushola, serta toilet portable guna meningkatkan kenyamanan pemudik selama berada di pelabuhan.

Terkait puncak arus mudik, Pelindo memperkirakan pergerakan akan bersifat dinamis mengikuti preferensi masyarakat. Namun demikian, berbagai skenario operasional telah disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan agar pelayanan tetap optimal.

Pelindo mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke pelabuhan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Pelindo berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan mudik berlangsung aman, nyaman, dan lancar. Dukungan serta kedisiplinan pengguna jasa menjadi kunci agar arus mudik berjalan tertib,” tutup Budi. (*)

  • Related Posts

    Palak Sopir Angkot, Bang Jago di Garut Nangis Saat Diringkus Brimob

    Garut – Aksi ‘bang jago’ dilakukan pria inisial TN dengan memalak sopir angkutan kota di Garut, Jawa Barat. TN lalu menangis saat diamankan oleh jajaran Brimob yang sedang patrol. Pemalakan…

    Serangan Iran memotong 17% kapasitas LNG Qatar hingga 5 tahun: QatarEnergy

    CEO Saad al-Kaabi mengatakan QatarEnergy mungkin harus menyatakan force majeure pada kontrak jangka panjang hingga lima tahun. Serangan Iran terhadap Qatar telah menghapus ⁠17 persen kapasitas ekspor gas alam cair…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *