TNI Siapkan Prajurit Kawal Distribusi Kendaraan Kopdes

PUSAT Polisi Militer TNI akan menyiapkan prajurit untuk mengawal distribusi kendaraan koperasi desa merah putih ke seluruh Indonesia. Rencana pengawalan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi Puspom TNI, @puspom TNI pada Senin, 16 Maret 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dalam unggahan itu disebutkan bahwa Kepala Satuan Penyelidikan Kriminal Pusat Polisi Militer TNI, Kolonel CPM Joao Cesar Dacosta Corte Real, telah menyanggupi pengerahan personel TNI untuk mengawal pengiriman kendaraan untuk operasional koperasi desa merah putih ke berbagai daerah. 

“Melalui koordinasi yang dilakukan secara terpadu, Puspom TNI akan melaksanakan tugas pengawalan terhadap distribusi kendaraan KDKMP ke daerah-daerah sesuai dengan rencana pengiriman. Pelaksanaan pengawalan ini juga dilakukan dengan berkoordinasi secara intensif dengan pihak PT Agrinas Persero,” demikian tulis keterangan Puspom TNI pada Senin, 16 Maret 2026.

Menurut keterangan Puspom, keputusan tersebut disampaikan Joao dalam rapat koordinasi teknis terkait rencana pelaksanaan distribusi kendaraan koperasi beserta dukungan pengamanan dan pengawalan oleh unsur Polisi Militer TNI. 

Rapat yang berlangsung di Gedung Yodya Tower, Jakarta Timur, Senin, 16 Maret 2026, itu dihadiri oleh Direktur Pengadaan PT Agrinas Pangan Nusantara Mayor Jenderal TNI (Purn) Elphis Rudy. Adapun Agrinas Pangan Nusantara merupakan Badan Usaha Milik Negara bidang pangan yang ditugaskan Presiden Prabowo Subianto memimpin operasional koperasi desa merah putih. 

Masih berdasarkan keterangan yang sama, Puspom menyatakan kerja sama TNI dengan Agrinas Pangan Nusantara bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur yang terlibat dalam proses distribusi kendaraan koperasi. Keterlibatan TNI juga dimaksudkan agar pengiriman kendaraan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran sesuai dengan daerah tujuan. 

Adapun pemerintah berencana mendatangkan 105 ribu unit mobil pikap dari India yang nilainya ditaksir mencapai Rp 24,66 triliun. Mobil ini akan digunakan untuk kegiatan koperasi desa merah putih di 85 ribu desa. 

Pengadaan mobil pikap untuk koperasi ini sempat heboh dan dikritik berbagai pihak. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad lantas meminta impor 105 unit mobil pikap tersebut dibatalkan. Namun, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan sampai saat ini belum ada rencana penundaan impor  105 ribu unit pikap tersebut. 

Menurut Joao, ketersediaan mobil pikap berukuran 4×4 dibutuhkan oleh petani untuk mengangkut hasil pertanian ke pasar. Ia mengaku awalnya sempat mempertanyakan mengapa Kopdes Merah Putih harus memiliki kendaraan.

“Tapi setelah saya coba memahami, ternyata keinginan Bapak Presiden itu bagaimana bisa menghubungkan petani langsung dengan konsumen sehingga terjadi fair price,” kata dia dalam konferensi pers di kantor Agrinas Pangan, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.

Anastasia Lavenia berkontribusi dalam penulisan artikel ini. 
  • Related Posts

    Korupsi Proyek Irigasi di Luwu, Kejari: Kerugian Bagi Masyarakat Petani

    INFO TEMPO – Kasus dugaan korupsi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di wilayah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2024 memberikan kerugian tidak hanya kepada masyarakat tetapi…

    Wamensos Dorong Penguatan Kapasitas Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat

    Jakarta – Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi (monev) untuk memperkuat kapasitas secara berkelanjutan. Ia menilai monev perlu dilakukan secara menyeluruh, baik pada tenaga pengajar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *