Pedagang Siomay Ini Mudik dari Cilacap ke Pemalang Jalan Kaki Dorong Gerobak

Purbalingga

Aksi tidak biasa dilakukan Edi Rusidi (50) saat melakukan perjalanan mudik ke kampung halamannya. Pedagang siomay ini mudik dari Cilacap ke Pemalang dengan berjalan kaki sambil mendorong gerobak dagangannya.

Dilansir detikJateng, Rabu (18/3/2026), Edi menempuh perjalanan mudiknya dari Sampang, Cilacap, sejak Senin (16/3) pukul 06.00 WIB. Dia berharap bisa tiba di kampung halamannya di Desa Banyumudal, Kabupaten Pemalang, pada Jumat (20/3) malam.

Perjalanan mudik tidak biasa ini dilakukan Edi tanpa alasan. Dia mengaku tengah menunaikan nazar yang pernah diucapnya dua tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dulu pernah kecelakaan di kaki, sampai nggak bisa jalan, dislokasi dengkul. Nazar saya, kalau bisa sembuh saya ingin jalan kaki,” tutur Edi.

Total ada 130 km jarak yang harus ia tempuh untuk bisa sampai ke Pemalang dengan berjalan kaki. Edi mengaku telah siap secara fisik dan mental.

“Kalau naik motor mungkin cuma tiga jam. Tapi kalau jalan kaki saya perkirakan 4 hari 4 malam. Jaraknya sekitar 130 km,” katanya.

Edi juga menjelaskan alasan mudik jalan kaki sambil mendorong gerobak dagangannya. Ia mengaku akan melanjutkan usaha berjualan siomay di kampung halamannya.

Baca selengkapnya di sini

(ygs/ygs)

  • Related Posts

    Pemerintah Gelar Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal Besok

    KEMENTERIAN Agama akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah. Penentuan hari raya Idul Fitri akan didasarkan pada hasil hisab dan rukyatul hilal. Kepala…

    Kemenag: Ada Kemungkinan 1 Syawal Sama dengan Muhammadiyah

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah. Penentuan hari raya Idulfitri akan didasarkan pada hasil hisab dan rukyatul hilal. Kepala…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *