Muhammadiyah Siapkan 1.374 Titik Salat Ied di Wilayah Yogya

PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) serta Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 mengenai hasil hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sebagai tindaklanjut penetapan itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menyiapkan ribuan titik untuk lokasi salat Idul Fitri atau salat ied yang tersebar di lima kabupaten/kota se- DIY.

“Sampai hari ini kami sudah menyediakan total 1.374 lokasi salat Ied yang tersebar di seluruh penjuru kabupaten dan kota di wilayah DIY,” kata Sekretaris PWM DIY, Arif Jamali, Rabu, 18 Maret 2026.

Muis, menjelaskan bahwa ribuan titik tersebut merupakan hasil koordinasi antara PWM DIY dengan seluruh struktur organisasi di bawahnya. 

Penyiapan lokasi ini melibatkan peran aktif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), hingga Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) demi menjamin kenyamanan jemaah dalam beribadah. 

Dari data persebaran lokasi salat id, Kabupaten Gunungkidul menjadi wilayah dengan titik salat terbanyak yakni mencapai 378 lokasi, disusul oleh Kabupaten Sleman dengan 303 lokasi. 

Selanjutnya, Kabupaten Bantul menyiapkan 276 lokasi, Kota Yogyakarta menyediakan 236 lokasi, dan Kabupaten Kulonprogo sebanyak 181 lokasi. 

Di tingkat kecamatan, beberapa wilayah tercatat memiliki konsentrasi titik salat yang cukup tinggi, seperti Semin dan Karangmojo di Gunungkidul dengan masing-masing 67 lokasi, Ngaglik di Sleman dengan 53 lokasi, Umbulharjo di Kota Yogyakarta dengan 62 lokasi, Piyungan di Bantul dengan 37 lokasi, serta Pengasih di Kulonprogo dengan 29 lokasi.

Sejumlah lokasi ikonik di Kota Yogyakarta juga dipastikan siap menampung jemaah. Di antaranya Kagungan Ndalem Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta, Lapangan Sewandanan Pura Pakualaman, Lapangan Karang Kotagede, Lapangan Mancasan, halaman Pendopo Agung Taman Siswa, hingga Lapangan Parkir Ngabean. 

Selain itu, lokasi strategis lainnya seperti Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Halaman Taman Budaya Yogyakarta, Kompleks Lapangan Mandala Krida, serta area parkir Abu Bakar Ali dan Purawisata juga masuk dalam daftar resmi. 

Di wilayah kabupaten, titik utama seperti Alun-alun Wates di Kulonprogo, Lapangan Denggung di Sleman, Lapangan Piyungan di Bantul, hingga Alun-alun Pemda Gunungkidul juga diprediksi bakal dipadati jemaah.

Tak hanya sekadar menyiapkan tempat, Muhammadiyah DIY meminta terciptanya pelaksanaan ibadah yang bersih dan bertanggung jawab. 

“Harapan kami, para jamaah bisa mewujudkan salat Id minim sampah atau zero waste Ied sebagai bentuk dakwah lingkungan atau ekoteologi agar ibadah lebih khusyuk, bermakna, dan diridhai Allah,” kata dia.

Komitmen zero waste ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif umat Islam untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan menjaga kebersihan tempat ibadah setelah salat.

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Asas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan…

    H-2 Lebaran: 36.372 Kendaraan Melewati Tol Kalikangkung

    SEBANYAK 36.372 kendaraan memasuki Gerbang Tol Kalikangkung Kota Semarang pada Rabu, 18 Maret 2026. Jumlah kendaraan meningkat seiring penerapan jalur satu arah atau one way. “Saat ini masih one way…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *