KASUS penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, terus bergulir. Sejumlah perkembangan terbaru mengungkap langkah aparat hingga kondisi Andrie pascakejadian. Berikut rangkuman fakta-fakta penanganannya:
1. TNI buka penyelidikan internal
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Markas Besar TNI mulai melakukan penyelidikan internal menyusul berkembangnya opini publik soal dugaan keterlibatan aparat. Kepala Pusat Penerangan TNI Aulia Dwi Nasrullah menyebut langkah ini diambil sebagai respons atas perhatian masyarakat.
“Kami merespons opini yang berkembang di masyarakat,” ujar Aulia di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026. Ia memastikan penyelidikan dilakukan secara profesional dan melibatkan berbagai satuan di internal TNI, meski belum merinci metode yang digunakan.
2. Polisi temukan empat terduga pelaku
Penyidik Polda Metro Jaya mengungkap adanya empat orang yang diduga terlibat dalam penyerangan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Iman Imanuddin mengatakan para pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sebelum kejadian.
Polisi juga mengumpulkan 86 rekaman CCTV serta memeriksa barang bukti seperti helm dan wadah yang diduga digunakan untuk menyimpan cairan kimia.
3. Dugaan serangan terorganisir
Tim kuasa hukum yang tergabung dalam Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) menilai serangan terhadap Andrie tidak dilakukan secara spontan.
Perwakilan TAUD Fadhil Alfathan menyebut ada indikasi pelaku bekerja secara sistematis dengan pembagian peran, mulai dari pengintaian hingga eksekusi. “Kami juga berkeyakinan ada dugaan aktor intelektual,” kata Fadhil.
4. Desakan ungkap aktor utama
Kuasa hukum Andrie mendesak polisi tidak hanya menangkap pelaku lapangan, tetapi juga mengungkap pihak yang merencanakan serangan. Alghiffari Aqsa menyarankan penggunaan teknologi seperti cell tower dump dan pengenalan wajah untuk mempercepat penyidikan.
Sementara Afif Abdul Qoyim meminta pelaku ditangkap dalam waktu sepekan guna mencegah hilangnya barang bukti.
5. Serangan sebabkan luka serius
Andrie diserang pada Kamis malam, 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, oleh dua orang bermotor. Cairan kimia mengenai bagian kanan tubuhnya, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan. Sebagian pakaiannya juga meleleh akibat zat korosif tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan korban mengalami luka bakar sekitar 20–24 persen serta trauma kimia serius pada mata kanan.
6. Dirawat intensif di RSCM
Andrie saat ini menjalani perawatan di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Pihak rumah sakit menyatakan kondisinya stabil dan tidak dalam keadaan mengancam jiwa, meski mengalami gangguan penglihatan akibat kerusakan kornea.
Terpisah, Kementerian Kesehatan memastikan seluruh biaya pengobatan Andrie akan ditanggung. Juru bicara Kementerian Kesehatan Widyawati menyebut pengobatan diberikan secara gratis hingga korban pulih.
Hal serupa disampaikan Wakil Menteri HAM Mugiyanto Sipin yang menegaskan negara akan menanggung proses pemulihan secara menyeluruh.
KontraS menilai kasus ini tidak sekadar tindak kriminal biasa. Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS Jane Rosalina menyebut serangan terhadap Andrie berpotensi masuk kategori pelanggaran hak asasi manusia. “Apa yang dialami Andrie tidak hanya tindak pidana biasa,” ujarnya.





