RUMAH Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) menyatakan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus dalam kondisi stabil.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Andrie mendapat serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB, di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat.
Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat RSCM Yoga Nara menjelaskan, Andrie sudah menjalani penanganan medis intensif setelah serangan air keras itu. “Saat ini, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa,” kata Yoga melalui keterangan tertulis pada Senin, 16 Maret 2026.
Andrie datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat, 13 Maret 2026, dini hari sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan. Setibanya Andrie di IGD, kata Yoga, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal.
Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.
Yoga memaparkan, hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.
“Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea,” kata Yoga.
Untuk menangani kondisi tersebut, tim medis RSCM melakukan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan Andrie Yunus serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata.
Selanjutnya, Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) untuk mendapatkan perawatan komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri dari dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.
“Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol,” ujarnya.
Yoga pun memastikan penanganan medis terhadap Andrie akan terus dilakukan, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan.
“RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa,” ujar Yoga.
Eka Yudha Saputra berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Pilihan editor: Legislator Golkar: Patuhi Putusan MK Soal Dana Pensiun






