Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk membuat 17 pemudik pingsan. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan kemacetan itu dampak kondisi jalan yang sudah tidak memadai.
Kemacetan panjang itu terjadi pada Minggu (15/3/2025). Adapun aktivitas penyeberangan dan layanan operasional kapal di Pelabuhan Gilimanuk dikelola oleh pihak ASDP Indonesia Ferry.
“Kita kan nggak menyangka juga seramai itu, tapi memang juga kondisi jalan kita sudah nggak memadai,” kata Koster di Denpasar, dilansir detikBali, Senin (16/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koster menyebut kepadatan di jalur tersebut dipicu lonjakan mobilitas masyarakat dan wisatawan yang datang maupun keluar Bali.
“Belum lagi ini banyaknya truk angkutan logistik itu yang ada yang macet. Wisatawan domestik naik 19 persen, yang mancanegara naik 6 persen, jadi Bali ini penuh sekarang,” beber Koster.
Menurutnya, kendaraan pengangkut logistik turut memperparah kemacetan di jalur Denpasar-Gilimanuk yang memiliki banyak tikungan dan tanjakan.
“Yang membuat macet itu adalah pengangkut logistik karena dia kan jalur dari Denpasar ke Gilimanuk itu tikungannya banyak dan nanjak kalau sudah lewat kendaraan pengangkut logistik itu pelan sekali di belakangnya bus lagi, waduh panjang,” tutur Koster.
ASDP Minta Maaf
PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bicara soal kepadatan arus mudik terjadi di Pelabuhan Gilimanuk itu. ASDP menyampaikan permintaan maaf atas kepadatan arus pengangkutan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur itu.
“ASDP menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian pengguna jasa,” kata Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale, dilansir Antara, Senin (16/3/2026).
Dermaga III Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, memberlakukan pola penuh ‘tiba bongkar berangkat’ (TBB) bagi kapal perbantuan untuk mengurai kepadatan dan antrean pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
“Pemberlakuan pola penuh TBB di Dermaga III Pelabuhan Ketapang mulai diterapkan hari ini, 15 Maret 2026, sebagai bagian dari percepatan layanan,” kata Windy Andale.
Baca selengkapnya di sini
(idh/imk)






