KEPALA Divisi Pemantauan Impunitas Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Jane Rosalina mengatakan dokter Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta telah menangani reaksi inflamasi dari cairan asam ke mata Wakil Koordinator Kontras Andrie Yunus. Andrie saat ini masih dirawat setelah operasi tersebut.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Sudah diantisipasi dan diberikan pertolongan oleh pihak rumah sakit,” kata Jane di Kantor YLBHI, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026.
Jane berkata RSCM selanjutnya akan melakukan sejumlah tindakan medis kepada Andrie. Tindakan itu untuk menangani kulit dan beberapa bagian tubuh yang terkena paparan cairan asam.
“Tapi itu nanti jawabannya akan dikonfirmasi oleh pihak rumah sakit gitu,” kata dia.
Kondisi Andrie saat ini stabil. Dia sedang dalam perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU). Jane tidak bisa memastikan berapa lama waktu perawatan dilakukan.
Jane membandingkan perawatan serupa yang pernah dialami oleh Novel Baswedan. Penanganan mata dan kulit Novel membutuhkan waktu berbulan-bulan. Dia pun meminta masyarakat mendoakan Andrie supaya bisa segera pulih dan beraktivitas kembali.
Sabtu, 14 Maret 2026 lalu, Jane berkata Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal. Andrie telah menjalani operasi pada bagian mata di RSCM.
Andrie diserang oleh dua orang tak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret 2026, sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I Talang, Jakarta Pusat. Saat itu, ia tengah dalam perjalanan pulang setelah mengikuti perekaman podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan topik “Remiliterisme dan Judicial Review UU TNI”.
Pelaku disebut mengendarai sepeda motor matik dan menyiramkan cairan keras ke arah korban sebelum melarikan diri.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menduga serangan terhadap Andrie memiliki pola yang terorganisasi.
Menurut Yusril, pola serangan tersebut menunjukkan adanya kemungkinan perencanaan sehingga pengungkapan kasus tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan.
“Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisasi, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor, tetapi juga harus mengungkap aktor intelektual di baliknya,” kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2026.
Ia meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, mengusut kasus tersebut secara tuntas hingga menemukan pihak yang berada di balik serangan.
“Saya meminta aparat penegak hukum, khususnya Polri, memastikan pengusutan tuntas sampai ke aktor intelektual, bukan hanya pelaku penyerangan di lapangan,” ujarnya.
Yusril mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan penyidik di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri yang kini masih mendalami kasus tersebut. Hingga kini, aparat belum menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik.





