Isi Surat Ucapan Selamat Megawati ke Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru

INFO NASIONAL – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mengucapkan selamat atas penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Ucapan selamat tersebut disampaikan Megawati melalui sepucuk surat yang dititipkan kepada Dubes Iran untuk diteruskan kepada Mojtaba Khamenei.

Dalam surat tersebut, Megawati menyampaikan ucapan selamat yang tulus atas terpilihnya Ayatollah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Rahbar (Pemimpin Tertinggi) Republik Islam Iran melalui keputusan rapat demokratis 88 anggota Majelis Pakar. Ucapan itu disampaikan Megawati sebagai Presiden ke-5 RI atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, serta bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persahabatan antarbangsa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Pemilihan ini berlangsung di tengah tantangan dan situasi yang tidak sepenuhnya kondusif, namun Yang Mulia telah mampu mendapatkan kepercayaan besar dari para ulama dan rakyat Iran. Pemilihan ini menjadi saksi nyata atas kepemimpinan, kecakapan, kedalaman ilmu, dan keteguhan Yang Mulia sehingga mampu menembus sekat-sekat perbedaan dan menyatukan kepemimpinan Iran,” tulisnya.

Ia mengatakan, Bung Karno sebagai Proklamator dan Bapak Bangsa Indonesia selalu menekankan pentingnya persatuan nasional, kemandirian bangsa, dan kokoh di dalam mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan bangsa. Bung Karno dalam seluruh sejarah perjuangannya terus menghimpun persaudaraan bangsa-bangsa Asia, Afrika, dan Amerika Latiin guna membangun tata dunia baru dengan menbebaskan diri terhadap segala bentuk imperialisme dan kolonialisme.

Perjuangan tersebut dibangun melalui Konferensi Asia Afrika tahun 1955, Gerakan Non Blok tahun 1961, Konferensi Anti Pangkalan Militer Asing tahun 1965, dan Conference of the New Emerging Forces (Conefo) tahun 1965. “Dalam pandangan saya, seluruh pemikiran geopolitik Bung Karno tersebut sebagai upaya nyata mewujudkan kesetaraan, keadilan, dan disertai visi yang begitu kuat bagi  perdamaian dunia,” katanya.

Megawati menilai, dengan melihat berbagai persoalan yang dihadapi oleh rakyat dan bangsa Iran saat ini, rekam jejak sejarah peradaban bangsa Iran yang begitu panjang telah membentuk karakter dan semangat juang yang luar biasa. Bahkan di tengah berbagai tekanan dan sanksi ekonomi yang berlangsung begitu lama, bangsa Iran mampu hadir sebagai bangsa yang berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, atau yang dikenal dengan Trisakti Bung Karno.

“Dengan pertimbangan tersebut, saya berkeyakinan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Yang Mulia dapat melanjutkan jejak para pemimpin revolusi Republik Islam Iran terdahulu yang memiliki pandangan yang sama dengan pemikiran  Bung Karno, khususnya di dalam perjuangan menegakkan keadilan global, menolak tunduk pada kekuatan neo imperialisme, serta menjunjung tinggi martabat dan kedaulatan bangsa,” jelasnya.

Sebagai bangsa, ia meyakini bahwa dunia sejatinya harus dibangun di atas prinsip hidup bersama secara damai, adil, berkeadilan dan rasa kemanusiaan tanpa sekat. Prinsip ini merupakan cerminan dari falsafah dan ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila, serta termaktub dalam konstitusi.

“Bangsa kami selalu percaya bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan oleh karenanya penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Nilai-nilai inilah yang membentuk sikap kami untuk tidak tinggal diam terhadap berbagai bentuk penindasan dan imperialisme baru,” ucapnya.

Ia menuturkan, Bung Karno, dalam pidatonya di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1960 berjudul “To Build the World Anew,” pernah memperingatkan dunia bahwa imperialisme belumlah mati. Sebab, ia akan selalu hadir dalam watak dan corak yang berbeda. Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia.

“Oleh karenanya dengan semangat itu, saya berharap PBB hari ini dapat benar-benar memainkan peranan aktifnya untuk menjunjung tinggi harkat kemanusiaan dengan menghentikan segala bentuk invasi sepihak, menghargai kedaulatan negara-negara merdeka, serta menyelesaikan konflik melalui mekanisme dialog yang konstruktif,” harapnya.

Sudah saatnya, kata dia, PBB mengambil peran yang sentral melalui dukungan negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Latin yang telah lama merindukan dunia yang damai bebas dari segala bentuk penghisapan. “Sebab kita semua adalah umat manusia yang satu, yang menghuni planet bumi yang sama, dan diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Dunia yang berkeadilan seperti itulah yang saya yakini dapat menyatukan visi kita bersama,” kata Megawati.

Di akhir suratnya, Megawati mendoakan agar Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Mojtaba Khamenei, senantiasa memperoleh kekuatan, kebijaksanaan, dan bimbingan Ilahi dalam memimpin Iran keluar dari krisis serta membawa bangsa Iran menuju kemajuan yang berkeadilan dan bermartabat. Mojtaba Khamenei sendiri ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran oleh Majelis Pakar yang beranggotakan 88 ulama. (*)

  • Related Posts

    Polisi Ungkap Rute Pelaku Sebelum-Sesudah Siram Air Keras ke Aktivis KontraS

    Jakarta – Polisi mengungkap rute yang dilalui terduga pelaku penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KonstraS, Andrie Yunus. Polisi menyebut rute tersebut diketahui dari hasil pengecekan rekaman CCTV di sejumlah…

    PMJ Hati-hati Usut Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Agar Terverifikasi

    Jakarta – Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menjamin pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus dilakukan transparan dan profesional. Asep juga mengatakan pengungkapan kasus…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *