INFO TEMPO – Ruang Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026, menjadi panggung apresiasi bagi kerja keras pemulihan Sumatra. Di hadapan para menteri Kabinet Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto secara khusus memuji kinerja Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) selama dua bulan terakhir.
“Menteri Dalam Negeri, sampaikan penghargaan dan terima kasih saya kepada semua unsur di lapangan yang telah bekerja keras,” ujar Presiden kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PRR.
Apresiasi Presiden ini menunjukkan bahwa kerja kolaboratif di zona bencana mulai membuahkan hasil nyata. Satgas PRR bukanlah proyek semalam. Dibentuk sejak 6 Januari lalu dan diperkuat oleh Keputusan Presiden Nomor 1/2026, satgas ini mengemban misi besar untuk mengembalikan denyut kehidupan normal di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Banjir besar yang melanda di akhir November 2025 telah meninggalkan luka dalam. Ribuan warga mengungsi, rumah-rumah luluh lantak, dan urat nadi infrastruktur seperti jembatan serta fasilitas pendidikan terputus total.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Demi memulihkan wilayah terdampak itu, seluruh unsur kementerian/lembaga dalam Satgas PRR bergerak dalam satu barisan. Sinergi ini membuat kerja tim berjalan lebih terstruktur dan terarah. Pola kerja yang tak lagi berjalan sendiri-sendiri ini terbukti efektif memangkas birokrasi di lapangan, sehingga wajar jika progresnya mendapat perhatian khusus dan apresiasi dari Kepala Negara.
Dalam semangat kolaborasi, kerja keras itu kian menunjukkan hasil. Jalan rusak diperbaiki. Jembatan baru berdiri. Hunian yang hanyut diganti hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Semua tahap revitalisasi dilakukan bersamaan dengan perbaikan sanitasi, penyediaan air bersih, hingga pemulihan akses sekolah.
Kini, wajah wilayah terdampak mulai berubah. Infrastruktur dasar perlahan berfungsi kembali, aktivitas ekonomi warga mulai berdenyut, dan anak-anak kembali ke bangku sekolah. Sebagian pengungsi pun telah berangsur menempati huntara sembari menunggu proses rekonstruksi hunian tetap rampung.
Apresiasi terhadap kerja Satgas PRR sebelumnya juga disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat konferensi pers Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pemulihan Bencana Sumatra di Jakarta, Rabu, 11 Februari 2026.
“Bapak Presiden terus memantau perkembangan pemulihan daerah bencana dan ingin seluruh satgas dan setiap menteri ataupun pejabat yang terkait itu terus menyampaikan informasi, update secara berkala kepada publik,” ujarnya.
Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur pemerintah, aparat, relawan, dan insan pers yang berkontribusi dalam percepatan pemulihan.
“Ini semua bisa dengan cepat tercapai berkat semua elemen bekerja sama, saling mendukung, saling melengkapi,” katanya. (*)






