Usai Taman Bendera Pusaka, Pramono Akan Resmikan 25 RTH Baru di Jakarta

Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah provinsi akan meresmikan 23 hingga 25 taman baru. Menurutnya, penambahan RTH dilakukan untuk memperluas ruang publik yang ramah bagi warga.

“Bahkan mungkin dalam waktu dekat ini, saya akan meresmikan kurang lebih 23 sampai 25 RTH baru,” kata Pramono saat meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menjelaskan pertumbuhan RTH di Jakarta saat ini cukup pesat. Hal itu dimungkinkan karena pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak dalam pengembangan taman.

Ia juga menyebut fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) yang tidak terlalu besar kini bisa dikembangkan menjadi taman dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak.

“Fasos-fasum yang tidak semuanya harus besar, katakanlah hanya 1.000 meter persegi, sudah kami izinkan diberikan nama,” ujarnya.

Menurut Pramono, kebijakan tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak ruang terbuka hijau di Jakarta sekaligus melibatkan partisipasi masyarakat maupun mitra pemerintah.

Pemprov DKI juga terus mendorong taman-taman kota menjadi ruang publik yang modern, inklusif, dan ramah bagi keluarga.

Ia berharap penambahan puluhan RTH baru itu dapat meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus memberikan lebih banyak pilihan ruang rekreasi bagi warga Jakarta.

(bel/azh)

  • Related Posts

    Israel mengebom pos pemeriksaan Basij di Teheran saat AS dan Iran saling baku tembak dan saling tembak

    Militer Israel telah menerapkan taktik perang baru dengan menargetkan pos pemeriksaan yang didirikan di ibu kota Iran oleh pasukan paramiliter Basij ketika Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Amerika Serikat…

    Alasan KPK Periksa Bupati Syamsul di Purwokerto Bukan di Cilacap

    Jakarta – KPK memberikan penjelasan terkait pemeriksaan yang dilakukan terhadap Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (AUL) saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan di Purwokerto, bukan di Cilacap. KPK menyebut…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *