KPK mengungkap jumlah nominal barang bukti yang disita dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. KPK menyebut, uang yang disita mencapai ratusan juta rupiah.
“Untuk uang tunai yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini sejumlah ratusan juta rupiah,” terang jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain uang tunai, kata Budi, KPK juga menyita barang bukti lainnya, mulai dokumen hingga barang bukti elektronik. Budi menjelaskan barang-barang bukti tersebut nanti akan didalami oleh penyidik.
“Untuk bukti lain yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini ada juga dokumen dan barang bukti elektronik. Ya tentu itu juga nanti akan dibuka diekstraksi untuk mendukung dalam penyidikan perkara ini,” kata Budi.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Penetapan tersangka ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan 1×24 jam dan didapati kecukupan alat bukti.
“Dalam ekspose siang ini, dua orang yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).
Budi belum merinci siapa saja dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia mengatakan dua orang tersangka itu akan diungkap identitasnya saat konferensi pers yang akan dilakukan hari ini.
“Untuk lengkapnya nanti kami akan sampaikan dalam konferensi pers,” ujar Budi.
Diketahui, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK kemarin. Bupati Syamsul terjaring OTT bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono.
Jubir KPK Budi Prasetyo mengungkapkan, Syamsul dan Sadmoko sudah berada di Jakarta. Keduanya dibawa ke Jakarta bersama 11 orang lainnya.
“13 orang diantaranya dibawa ke Jakarta. Para pihak yang dibawa tersebut yaitu Bupati, Sekda, dan para struktural pejabat di lingkungan Pemkab Cilacap,” ungkap Budi kepada wartawan, Sabtu (14/3).
Total 13 orang tersebut sudah tiba di Jakarta sejak dinihari tadi. Budi mereka semuanya kini sedang dalam pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK.
“Tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pk. 02.35 WIB. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” terang Budi.
(kuf/maa)






