Apa tujuan akhir Israel di Lebanon?

Israel merebut lebih banyak wilayah di Lebanon selatan dan mengancam akan terus menguasainya.

Hanya butuh dua hari bagi Lebanon untuk terseret ke dalam perang AS-Israel melawan Iran.

Setelah gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah mulai berlaku di Lebanon pada November 2024, kekerasan lintas batas belum benar-benar berakhir.

Kini, hampir satu juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Sekjen PBB mengatakan Lebanon adalah bagian dari perang yang tidak mereka pilih, namun Israel meningkatkan serangannya.

Menteri Pertahanan Israel mengatakan bahwa jika pemerintah Lebanon tidak mengekang Hizbullah, maka Israel akan melakukannya.

Jadi, apa jadinya jika hal itu terjadi? Dan apa dampaknya bagi warga sipil?

Pembawa acara: James Teluk

Tamu:

Nadim Houry – Direktur eksekutif Inisiatif Reformasi Arab

Maureen Philippon – Direktur Dewan Pengungsi Norwegia untuk Lebanon

Nicholas Noe – Pemimpin redaksi layanan berita yang berbasis di Beirut, Mideastwire.com

  • Related Posts

    Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Sahroni: Aksi Teror Tak Baik Bagi Demokrasi

    Jakarta – Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Komisi…

    DPR Sahkan Komisioner OJK, Misbakhun: Pengawasan Harus Progresif

    Jakarta – DPR RI mengesahkan lima Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, meminta penguatan kualitas pengawasan sektor jasa keuangan, terutama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *