PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan TNI akan bergabung dengan kepolisian untuk melakukan pengamanan selama masa mudik Lebaran 2026. Total terdapat 105.365 prajurit yang akan dikerahkan.
“Dalam hal ini, TNI menyiapkan 105.365 personel untuk pengamanan mudik,” kata Agus setelah mengikuti apel gelar pasukan di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Nantinya, ribuan pasukan tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik keramaian arus mudik, mulai dari terminal, banda, stasiun kereta, dan jalur darat. Sebagian dari mereka juga akan bertugas untuk menjaga beberapa objek vital di kota-kota besar selama musim libur lebaran.
Selain melibatkan pasukan, kata Agus, TNI juga akan mengerahkan ribuan alat utama sistem senjata (alutsista) dari ketiga matra, yakni darat, laut, dan udara. “Sejumlah kendaraan 3.501 unit dari mulai kendaraan darat seperti ambulan, lalu laut KRI, dan kendaraan lainnya,” tuturnya.
Agus memastikan para personel dan alutsista tersebut akan bersiap siaga hingga arus balik Lebaran nanti. Dengan pengerahan personel dan alutsista yang optimal, ia meyakini masa mudik dan libur Hari Raya Idul Fitri 2026 berjalan dengan lancar dan aman.
Adapun Kepolisian telah memulai pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran pada hari ini, Jumat, 13 Maret 2026. Operasi pengamanan ini akan berlangsung selama 13 hari atau hingga 25 Maret 2026.
Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia pun telah menggelar apel persiapan di Monumen Nasional sebelum operasi dimulai. “Operasi Ketupat besok sudah dimulai dan malam ini sudah insert,” kata Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Agus Suryonugroho kepada wartawan seusai apel pada Kamis, 12 Maret 2026.
Dalam pengamanan arus mudik, Korlantas Polri akan menggunakan infrastruktur teknologi untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung. Pemantauan dilakukan menggunakan drone, kamera pemantau, hingga body camera yang digunakan oleh anggota di lapangan.
Tahun ini hasil survei Kementerian Perhubungan menunjukkan jumlah pergerakan masyarakat pada angkutan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah diprediksi mencapai 140 juta lebih orang. “Berdasarkan hasil survei pergerakan, 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang melakukan mudik,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Rabu, 11 Maret 2026.





