Siapa yang menang dan kalah dalam krisis energi global?

Ketika harga minyak melonjak, beberapa negara mendapat keuntungan sementara yang lain menghadapi kenaikan biaya.

Perang di Timur Tengah menampilkan betapa besarnya ketergantungan dunia pada beberapa titik strategi.

Selat Hormuz – jalur air sempit di Teluk – ditutup.

Semakin lama hal ini berlangsung, semakin cepat peta energi global dapat terbentuk kembali.

Mulai dari Eropa hingga Asia, banyak negara menghadapi peningkatan risiko pasokan dan ancaman guncangan inflasi.

Jika konflik antara AS, Israel, dan Iran berlarut-larut, maka alternatif lain akan sulit ditemukan.

Namun, Rusia tampaknya akan menjadi penerima manfaat terbesar, dengan melonjaknya harga-harga yang memenuhi keuangan Moskow meskipun ada sanksi dari Barat.

  • Related Posts

    Kakorlantas-Menhub Cek JMTC, Kondisi Lalin Lancar di Awal Operasi Ketupat

    Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho mengunjungi Kantor Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC) Jatiasih, Bekasi. Kunjungan dilakukan untuk mengecek kondisi lalu lintas pada…

    Pihak berwenang Bolivia menangkap gembong narkoba Sebastian Marset dalam penggerebekan polisi

    Salah satu gembong narkoba paling dicari di Amerika Selatan, Sebastian Enrique Marset Cabrera, telah ditangkap di Santa Cruz de la Sierra di Bolivia, setelah penggerebekan pagi hari yang melibatkan ratusan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *