KEMENTERIAN Pertahanan berencana menjadikan sejumlah ruas jalan tol dan jalan nasional di berbagai wilayah di Indonesia bisa digunakan untuk landasan darurat pesawat tempur. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka penguatan kesiapan operasional landasan darurat guna mendukung pertahanan negara.
“Konsep ini penting untuk menjaga kesiapsiagaan di wilayah kepulauan,” kata Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya (Purn.) Donny Ermawan Taufanto sebagaimana dilansir Antara pada Kamis, 12 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Menurut Donny, setiap daerah di pulau besar harus memiliki banyak titik alternatif pendaratan agar operasional tempur tetap berjalan meski pangkalan utama terganggu. Kementerian Pertahanan akan bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk melakukan penyesuaian spesifikasi pada jalan tol yang sudah ada maupun yang akan dibangun.
Jalan tol tersebut akan dirancang untuk memenuhi spesifikasi teknis landasan darurat pesawat dan disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan. “Ke depan dalam pembangunan jalan tol, kami akan menyesuaikan spesifikasinya agar memenuhi persyaratan sebagai runway,” kata Donny.
Pada Rabu, 11 Februari 2026, TNI Angkatan Udara berhasil melakukan uji coba pendaratan pesawat tempur di ruas Tol-Trans-Sumatera Ruas Terpeka. Dua pesawat tempur TNI AU yang melakukan uji coba pendaratan dan lepas landas ini adalah EMB-314 Super Tucano dan F-16.
Dua jenis pesawat tempur yang diuji memiliki karakteristik berbeda. Super Tucano merupakan pesawat turboprop yang digunakan TNI AU untuk patroli udara, pengintaian, serta dukungan udara jarak dekat. Sementara F-16 merupakan pesawat tempur supersonik yang berfungsi sebagai garda terdepan pertahanan udara nasional.
Donny menjelaskan, uji coba pendaratan dan lepas landas pesawat tempur ini menjadi yang pertama dilakukan di jalan tol di Indonesia. Menurut dia, uji coba ini menjadi penanda penting penguatan sistem pertahanan negara, khususnya dalam menyiapkan infrastruktur sipil yang dapat difungsikan untuk kepentingan pertahanan saat kondisi darurat.
“Lebar jalan tol hanya sekitar 24 meter, jauh lebih sempit dibanding runway bandara yang bisa mencapai 45 sampai 60 meter. Ini cukup riskan, tapi penerbang TNI AU sudah dilatih untuk kondisi sempit dan hasilnya aman,” ujar Donny.






