Jejak Anak Cibuntu Bogor Jalan Kaki 2 Jam ke Sekolah

Langkah kecil enam anak itu menyusuri jalan kampung yang masih tanah dan tergenang air sehabis hujan. Suara jangkrik masih mengiringi anak-anak yang hendak ke sekolah itu.

Anak-anak itu berangkat dari rumah mereka di Desa Leuwikaret, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor sejak pukul 05.30 WIB. Tanpa didampingi orang tua, mereka meniti jalanan yang masih belum terang hingga tiba di sekolah pada pukul 07.30 WIB. Ya, anak-anak kecil itu harus menempuh perjalanan selama dua jam ke sekolah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Video tentang anak-anak yang menempuh perjalanan panjang menuju sekolah ini viral di media sosial. Dalam video berdurasi 3 menit itu seorang warga bernama Akim, 43 tahun, menyapa anak-anak sekolah tadi.

“Ke mana?” kata Akim dalam bahasa Sunda.

“Mau berangkat sekolah,” kata anak-anak itu serempak.

Saat ditanya dari pukul berapa mereka berangkat, anak-anak itu menjawab hampir bersamaan, yaitu setengah enam pagi.

“Berarti dua jam sampai ke sekolah? Astaghfirullah,” kata dia dalam video tersebut.

Bagi warga Kampung Cibuntu, jalan rusak itu bukan hanya persoalan anak-anak sekolah. Jalan tanah yang berlumpur dan tidak terbangun itu juga menjadi satu-satunya akses warga untuk beraktivitas sehari-hari. Dusun kecil yang terdiri dari dua rukun tetangga dan satu rukun warga itu menggantungkan mobilitas mereka pada jalur yang sama—jalur yang pada musim hujan sering berubah menjadi aliran air dan lumpur.

Akim, yang sehari-hari bekerja sebagai petani, mengatakan kondisi jalan semakin menyulitkan ketika hujan turun. Air dari sungai kerap meluap hingga menutup badan jalan. Tanah menjadi licin dan sulit dilalui, bahkan bagi orang dewasa.

“Kalau hujan deras, air naik sampai ke jalan. Anak-anak kadang tidak bisa lewat,” kata Akim.

Melihat kondisi itu, ia berharap video yang ia rekam bisa sampai kepada pemerintah daerah. Dalam rekaman tersebut, Akim bahkan secara langsung menyampaikan harapannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Pemerintah Kabupaten Bogor agar memperbaiki akses jalan di kampung mereka.

“Bangun atuh, Kang Dedi, bangun jalan ini. Ini juga masih Jawa Barat. Jangan kampung orang lain saja yang dibangun,” kata Akim.

Video tersebut kemudian viral di media sosial dan memantik perhatian publik. Rekaman yang memperlihatkan anak-anak berjalan dua jam demi bersekolah itu menjadi potret kerasnya akses pendidikan di sebagian wilayah Kabupaten Bogor.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mengatakan pihaknya menanggapi serius kondisi tersebut. Ia menyebut akan segera memeriksa status jalan yang dilalui anak-anak itu untuk menentukan kewenangan perbaikannya.

“Besok kita cek dulu ke Dinas Desa, apakah itu jalan desa atau ruas jalan kabupaten,” kata Sastra saat ditemui usai melaksanakan tarawih keliling di Kecamatan Babakan Madang, Rabu malam, 11 Maret 2026.

Menurut Sastra, kepastian status jalan penting agar pemerintah dapat segera mengambil langkah perbaikan. Ia juga berencana meninjau langsung lokasi tersebut bersama pihak terkait setelah masa libur Lebaran.

“Habis Lebaran nanti kita ke sana, motoran. Kemarin Bupati juga sudah menyampaikan ingin meninjau lokasi,” ujarnya.

Ia menambahkan DPRD akan berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bogor agar permasalahan tersebut dapat segera dicarikan solusi.

  • Related Posts

    Penduduk Indonesia Capai 288,3 Juta Jiwa per Akhir 2025

    DIREKTUR Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengungkapkan jumlah penduduk Indonesia mencapai 288.315.089 jiwa per 31 Desember 2025. Angka ini bertambah sekitar 1,6 juta jiwa dibandingkan…

    Polres Jaktim Bantu Pulangkan Bocah Pemulung ke Ibunya di Sumedang

    Jakarta – Polres Metro Jakarta Timur memulangkan bocah laki-laki berusia 4 tahun yang viral memulung di kawasan industri Pulo Gadung. Bocah berinisial F ini dikembalikan kepada ibunya di Sumedang, Jawa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *