INFO TEMPO – Ketegangan geopolitik yang melibatkan sejumlah negara dunia mulai berdampak pada sektor energi global. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketersediaan dan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Anggota Komisi VI DPR RI, Achmad Baidowi mengingatkan pemerintah untuk memastikan ketersediaan BBM tetap terjaga, terutama menjelang periode mudik yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap tahun. Menurutnya, konflik yang melibatkan beberapa negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi rantai pasok energi global.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menilai dampak konflik tersebut tidak hanya dirasakan di kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat merembet hingga ke berbagai negara lain, termasuk Indonesia. “Dengan adanya konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika, tentu ini berdampak pada bahan bakar minyak ke seluruh negeri. Bukan hanya regional Timur Tengah saja, tetapi juga termasuk dampaknya ke kita,” ujar Achmad saat ditemui Parlementaria usai agenda Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di kawasan industri baja milik Krakatau Steel di Cilegon, Banten, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menjelaskan, secara ekonomi kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga minyak dunia. Hal ini terjadi karena pasokan energi berkurang sementara permintaan tetap tinggi. “Akibatnya tentu otomatis. Kenapa? Karena suplai berkurang, sementara demand meningkat. Dalam hukum ekonomi, ini otomatis membuat harga naik. Sekarang harga minyak sudah lebih dari 100 dolar per barel,” jelasnya.
Menurut Achmad, pemerintah perlu mengantisipasi kondisi ini dengan memastikan cadangan energi nasional, khususnya BBM, tetap tersedia dan terdistribusi dengan baik. Hal ini penting agar mobilitas masyarakat tidak terganggu, terutama menjelang musim libur dan arus mudik.
Karena itu, ia berharap kementerian terkait dapat mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. “Kita harapkan menteri terkait, apalagi menghadapi libaran ini, jelas membutuhkan stok energi kita khususnya BBM agar jangan sampai terganggu mobilitas masyarakat kita yang memudik. Karena ini adalah tradisi kita, budaya kita yang tidak bisa dihilangkan,” tutupnya.





