WAKIL Wali Kota Solo Astrid Widayani meninjau dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua lokasi di Kota Solo pada Kamis, 12 Maret 2026. Peninjauan dilakukan setelah pemerintah menerima sejumlah aduan masyarakat mengenai variasi menu dan kualitas makanan dalam program makan bergizi gratis.
Dua dapur yang dipantau berada di wilayah Gandekan, Kecamatan Jebres, dan Karangasem, Kecamatan Laweyan. Aduan warga sebelumnya disampaikan melalui pesan langsung serta kolom komentar media sosial yang menandai akun Instagram Astrid.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Ini tindak lanjut dari monitoring dapur sebelumnya sekaligus dari aduan masyarakat, termasuk penerima manfaat program MBG. Dari sisi pemerintah daerah, khususnya pengawasan, kami ingin memastikan langsung kondisi di lapangan,” kata Astrid saat memantau SPPG.
Dalam kunjungan tersebut, Astrid bersama tim meninjau proses operasional dapur, mulai dari penyiapan bahan makanan, proses pengolahan, hingga kesiapan distribusi kepada penerima manfaat. Ia juga berdialog dengan kepala SPPG dan pengelola dapur mengenai pengelolaan produksi, perencanaan menu dan gizi, serta pengelolaan keuangan.
Menurut Astrid, pengelolaan dapur program pemenuhan gizi harus berjalan selaras antara tiga aspek utama, yakni produksi, pengelolaan anggaran, serta perencanaan menu dan gizi.
“Kalau saya bilang, tiga komponen dapur SPPG itu produksi, keuangan, dan juga perencanaan menu serta gizi. Tiga-tiganya harus sinkron. Jangan sampai karena keterbatasan anggaran kemudian variasi menu menjadi kurang,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan sementara, ia mengatakan tidak ditemukan persoalan serius dalam pengelolaan dapur. Namun pemerintah memberikan sejumlah rekomendasi perbaikan, terutama terkait variasi menu agar makanan yang disajikan lebih disukai anak-anak.
Astrid menekankan bahwa menu bagi siswa, khususnya tingkat sekolah dasar, perlu memperhatikan komposisi gizi sekaligus selera anak agar makanan tidak terbuang.
“Yang penting menunya aman dari bahan-bahannya, olahannya baik, dan ada kombinasi protein hewani, protein nabati, serta buah. Variasi menu juga penting supaya anak-anak mau makan dan tidak sampai makanan terbuang,” kata dia.
Selama bulan Ramadan, pemerintah juga mengingatkan pengelola dapur agar tetap memperhatikan pengaturan porsi makanan, baik porsi besar maupun kecil sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Astrid mengatakan monitoring dapur SPPG akan dilakukan secara berkala untuk memastikan pelayanan berjalan baik. Langkah ini juga sebagai upaya antisipasi setelah muncul keluhan serupa di sejumlah daerah di Jawa Tengah.
“Kami ingin mengantisipasi sejak awal. Karena itu hari ini kami keliling melihat langsung kondisi dapur. Di Solo fokusnya memastikan proses produksi berjalan baik dan komunikasi antar pihak tetap terjaga,” ujarnya.






