Jakarta –
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Buka Puasa Bersama Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI). Dalam sambutannya, Kapolri mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk menjaga persatuan.
Agenda digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026). Hadir Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (LTSI) Hamdan Zoelva dan Ketua Umum PB SEMMI Bintang Wahyu Saputra dan jajaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenderal Sigit mengawali sambutannya dengan mengucapkan selamat beribadah puasa bagi para tamu undangan. Dia juga menyampaikan mohon maaf lahir dan batin di tengah suasana bulan Ramadan 1447 H.
Dalam suasana hangat, Jenderal Sigit sempat berkelakar mengenai hubungannya dengan para aktivis mahasiswa. Ia mengaku sering mengajak mahasiswa berdiskusi, meskipun tak jarang pula dirinya menjadi sasaran demonstrasi.
“Saya sangat senang bertemu dengan teman-teman mahasiswa dan aktivis. Betul kata Pak Hamdan, orang tua kita, bahwa saya sudah banyak bertemu aktivis dan alhamdulillah, rencana setelah pensiun saya mau jadi aktivis,” katanya.
“Jadi saya kira bergurunya sudah cukup banyak lah. Mulai dari saya mengajak teman-teman untuk berdiskusi sampai saya didemo pun sudah sering. Jadi kadang-kadang kita bingung ini gimana ceritanya yang biasa kita ajak diskusi kok demo kita kan? Oh, tapi ini bagian dari pelajaran bab berapalah gitu. Mungkin bab terakhir sebelum saya jadi aktivis barangkali,” kelakar Jenderal Sigit disambut tawa peserta.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka puasa bersama PB SEMMI, Kamis (12/3/2026) Foto: (Dok Istimewa)
Dalam sambutannya, Jenderal Sigit mengibaratkan demokrasi seperti harmoni musik yang terdiri dari berbagai alat musik dan suara yang berbeda namun menghasilkan keindahan. Ia menegaskan bahwa Polri sangat menghargai ruang ekspresi dan kebebasan berpendapat sebagai amanat reformasi.
“Boleh kita berbeda-beda di dalam pikiran, di dalam pendapat kita. Namun ada satu hal yang harus kita jaga, sampai di batas mana kita tetap harus menjaga persatuan untuk negara kita tercinta. Kita pernah punya pengalaman dipecah belah selama 350 tahun, itu pelajaran berharga. Jangan mau lagi,” ujar Jenderal Sigit di hadapan ratusan mahasiswa.
“Polisi sangat menghargai ruang berekspresi. Kita memiliki kewajiban untuk memberikan ruang dan pelayanan sebaik-baiknya terhadap kebebasan berekspresi. Kita memiliki paradigma baru bagaimana yang tadinya kita menjaga menjadi melayani dan itu sudah kita sampaikan bahwa itu adalah tugas dari kita semua khususnya jajaran Polri untuk terus melaksanakan amanah tersebut,” sambungnya.
Kapolri juga mengingatkan bahwa tahun 2030-2035 adalah momentum krusial bagi Indonesia untuk melompat menjadi negara maju melalui bonus demografi. Ia menitipkan masa depan bangsa kepada mahasiswa yang hadir,.
“Kita yang bagian menjaga, adik-adik semua yang bagian untuk mempersiapkan diri masuk ke Indonesia Emas 2045. Ini adalah amanat besar dari para pendiri bangsa. Saya titip institusi Polri, jika ada yang nakal tolong ditegur dan dimarahi, tapi yang baik tolong dijagain,” pungkasnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 500 peserta ini, Kapolri didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri. Hadir Kabaintelkam Polri KomjenYuda Gustawan, As SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir, hingga Kapusdokkes Polri Irjen Asep Hendradiana.
Kehadiran Kapolri dalam forum mahasiswa ini menekankan pentingnya peran pemuda dan intelektual dalam menjaga persatuan bangsa, terutama di bulan suci Ramadan, guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya sekadar berbuka puasa, agenda ini juga diwarnai dengan aksi kemanusiaan. Kapolri memberikan penyerahan simbolis santunan dan paket sembako. Sebanyak 50 paket sembako dibagikan yang berisi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, hingga gula. Selain itu, diberikan juga 50 paket santunan untuk anak yatim.
(hri/maa)





