KEPOLISIAN Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan personel berjaga di akses jalur alternatif yang rawan kecelakaan dan kemacetan pada masa mudik dan libur Lebaran 2026. “Penempatan personel di ‘jalur tikus’ untuk mengantisipasi jika pemudik yang tidak tahu medan diarahkan peta digital ke jalur yang rawan memicu kemacetan dan kecelakaan,” kata Kapolda DIY Brigadir Jenderal Polisi Anggoro Sukartono Selasa, 10 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Anggoro menuturkan, bersama Pemerintah DIY, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah platform penyedia layanan navigasi digital seperti Google Maps dan Waze. Hal itu untuk memastikan informasi rute perjalanan yang ditampilkan dapat sesuai pengaturan lalu lintas di lapangan.
“Kami berupaya mencegah algoritma navigasi digital itu mengalihkan kendaraan warga ke jalur-jalur tikus yang ditandai rawan dan minim pengawasan petugas,” kata dia. “Situasi di lapangan bisa berubah setiap hari. Apabila ada jalur yang berpotensi menimbulkan kerawanan lalu tiba-tiba dialihkan sistem Google Maps itu yang perlu diantisipasi.”
Ia berharap selama arus mudik Lebaran masyarakat menggunakan jalur jalur alternatif yang memang direkomendasikan rambu resmi dan petugas di lapangan. Selain itu, ia meminta masyarakat tetap berada pada jalur utama yang telah dijaga petugas.
Selain rekayasa jalur lewat aplikasi, Anggoro menuturkan pentingnya informasi kepada masyarakat mengenai kondisi lalu lintas terkini, terutama menjelang puncak arus kedatangan yang diperkirakan terjadi pada H-5 hingga H-3 Idulfitri.
Upaya penyebaran informasi secara masif bersama Pemda DIY dianggap satu kunci mencegah kemacetan maupun kecelakaan di Yogyakarta. Informasi itu mencakup data estimasi waktu secara real-time di masa arus mudik Lebaran. Dengan begitu, pengguna jalan dapat mengetahui kondisi lalu lintas dan dapat merencanakan perjalanannya.
Berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik dan wisatawan yang menuju Yogyakarta diperkirakan mencapai sekitar 8,2 juta orang pada masa libur Lebaran ini.
Angka tersebut diperoleh dari berbagai indikator. Mulai dari estimasi penggunaan kendaraan pribadi, jumlah penumpang kereta api di Stasiun Tugu dan Lempuyangan, hingga pemantauan kendaraan yang memasuki jalur tol utama seperti Gerbang Tol Kalikangkung. Sebagian besar pemudik diperkirakan berasal dari wilayah Jakarta dan sekitarnya.






