Pemerintah Prediksi Lonjakan Pemudik 2026 hingga 155 Juta Orang

Jakarta

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengungkapkan potensi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik Lebaran 2026 hingga 155 juta orang. Ia mengingatkan pergerakan pemudik secara bersamaan dalam waktu yang sama dapat menimbulkan beban sangat besar pada sistem transportasi.

“Tetapi dari tahun ke tahun, kenyataannya, dalam praktiknya lebih tinggi dari survei. Jadi sekitar sepuluhan persen lebih tinggi. Artinya, sudah menjadi 155-an juta manusia bergerak ya. Nah, makanya, kalau itu bergerak di waktu yang sama, ini sangat berat,” kata Pratikno dalam konferensi pers di gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan untuk mengurai kepadatan arus mudik. Sejumlah langkah antara lain pemberian insentif dan diskon transportasi, pengaturan lalu lintas dengan sistem buka-tutup, serta penyebaran informasi kepada masyarakat agar perjalanan mudik tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.

“Oleh karena itu, kita dengan berbagai macam kebijakan, insentif, diskon, kemudian buka tutup, informasi kepada masyarakat, ini kita lakukan bersama-sama Kemenhub dan kemudian kepolisian. Harapannya, distribusi pemudik ini terjadi ya, tidak menumpuk di satu waktu tertentu,” ujarnya.

Selain mengantisipasi lonjakan mobilitas, pemerintah juga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi basah selama periode mudik. Berdasarkan informasi dari BMKG, sejumlah wilayah di Indonesia masih berpotensi mengalami curah hujan dengan kategori sedang hingga tinggi.

“Tetapi kita juga harus waspada antisipasi bencana hidrometeorologi basah yang menurut BMKG potensinya masih kategorinya menengah hingga tinggi di sebagian wilayah Indonesia,” ujar Pratikno.

Ia mencontohkan kondisi cuaca yang saat ini masih dipengaruhi bibit siklon di sejumlah wilayah, mulai dari Pantai Selatan hingga Sulawesi dan Papua, yang menyebabkan intensitas hujan cukup tinggi.

Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan karena periode mudik tahun ini berpotensi berlangsung dalam situasi cuaca yang masih didominasi hujan.

“Jadi tadi itu bisa dilihat mulai dari yang rendah sampai dengan yang tinggi, seperti kita alami sekarang ini di Pantai Selatan sampai ke Sulawesi sampai Papua masih kita beberapa hari terkena bibit siklon sehingga curah hujannya cukup tinggi. Jadi ini yang salah satu yang terus kita antisipasi sehingga periode mudik ini juga berpotensi dalam suasana cuaca yang masih hujan,” ucapnya.

Pratikno meminta seluruh pihak terkait terus bersiaga baik Kementerian Koordinator Infrastruktur untuk mengawal potensi kerusakan infrastruktur, sementara Kepolisian bertugas mengatur kelancaran lalu lintas., hingga BMKG juga diminta tetap memantau perkembangan cuaca.

“Oleh karena itu, kami harapkan tadi Pak Menko Infra mengawal kemungkinan kerusakan infrastruktur, kemudian Kepolisian juga mengatur lalu lintas. Nanti BMKG juga standby, Basarnas juga standby, dan juga partisipasi dari para pemda,” ujarnya.

(eva/gbr)

  • Related Posts

    Bupati Rejang Lebong dkk Ditangkap KPK Saat Bukber di Restoran

    Jakarta – KPK menangkap Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari (MFT) lewat operasi tangkap tangan (OTT) terkait kasus suap ijon proyek. KPK mengungkapkan, Bupati Fikri dan tersangka lainnya ditangkap saat…

    Data Satgas PRR: 62 Persen Jembatan Darurat Rampung, Konektivitas Semakin Pulih

    INFO TEMPO – Konektivitas antar masyarakat adalah salah satu prioritas pemerintah dalam pemulihan pascabanjir yang melanda Sumatra pada akhir 2025. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) sekaligus…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *