MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan hasil tes kemampuan akademik atau TKA tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama akan menjadi salah satu komponen penilaian dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 melalui jalur prestasi.
Mu’ti mengatakan TKA dirancang untuk mengukur kemampuan dasar akademik siswa, terutama dalam literasi dan numerasi. Karena itu, pada jenjang SD dan SMP, ujian hanya mencakup dua mata pelajaran utama. “Pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP akan mengujikan Bahasa Indonesia dan Matematika. Bahasa Indonesia untuk mengukur literasi, sementara Matematika untuk melihat kemampuan numerasi siswa,” kata Mu’ti dalam keterangan tertulis, Selasa, 10 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Ia menyampaikan hal tersebut saat meninjau gladi pelaksanaan TKA di UPTD SMP Negeri 2 Peudada, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kunjungan itu juga menjadi bagian dari agenda pemulihan layanan pendidikan di wilayah yang terdampak bencana.
Menurut Mu’ti, hasil TKA nantinya tidak hanya menjadi alat ukur kemampuan siswa, tetapi juga digunakan sebagai salah satu aspek penilaian pada penerimaan murid baru jalur prestasi pada SPMB 2026. Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan pendidikan di daerah untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan lancar.
“Hasil TKA nanti menjadi salah satu aspek penilaian dalam SPMB 2026 jalur prestasi. Kami berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaannya berjalan lancar serta dilaksanakan dengan semangat jujur dan gembira,” ujar Mu’ti.
Dalam kunjungan tersebut, Mu’ti juga meresmikan pembangunan revitalisasi gedung sekolah di UPTD SMP Negeri 2 Peudada serta menyerahkan bantuan pemerintah kepada pihak sekolah.
Di sekolah tersebut, guru mulai mempersiapkan siswa menghadapi TKA sejak awal semester genap. Guru matematika SMPN 2 Peudada, Dewi Nofita, mengatakan pihak sekolah memberikan pendalaman materi khusus untuk dua mata pelajaran yang diujikan.
Menurut Dewi, penggunaan papan interaktif digital membantu guru membuat soal latihan dengan visual yang lebih menarik sehingga siswa tidak mudah bosan saat belajar. “Untuk persiapan TKA, para murid sudah melakukan pendalaman materi sejak awal semester genap. Dua mata pelajaran tersebut masing-masing diberikan waktu belajar sekitar 10 jam per minggu secara bergilir,” kata Dewi.
Sejumlah siswa mengaku telah menyiapkan diri menghadapi ujian tersebut. Haiyatul Husna, siswi kelas IX SMPN 2 Peudada, mengatakan ia rutin mengerjakan latihan soal setiap hari untuk menghadapi TKA yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026. “Setiap hari saya mengerjakan soal dan mendalami materi di sekolah. Saya berharap bisa mendapatkan nilai terbaik agar dapat melanjutkan ke SMA atau SMK yang saya inginkan,” ujar Husna.
Siswa lainnya, Fajar Rizki, juga menilai TKA menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan dirinya sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. “Saya ingin masuk ke sekolah yang saya inginkan. Karena itu saya terus mempersiapkan diri sampai pelaksanaan TKA nanti,” kata Fajar.






