Data Satgas PRR: 62 Persen Jembatan Darurat Rampung, Konektivitas Semakin Pulih

INFO TEMPO – Konektivitas antar masyarakat adalah salah satu prioritas pemerintah dalam pemulihan pascabanjir yang melanda Sumatra pada akhir 2025. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) sekaligus Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian berujar semakin pulihnya jaringan transportasi, maka mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pergerakan ekonomi akan kembali normal.

Sebagai upaya tersebut, Satgas PRR membangun sejumlah jembatan darurat meliputi Bailey, Armco, serta jembatan perintis di sejumlah titik terisolasi. Hingga 11 Maret 2026, sekitar 62 persen pembangunan jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat ini telah rampung dan dapat dilalui kembali.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Secara rinci, Provinsi Aceh akan dibangun 116 jembatan yang terdiri dari 42 unit jembatan Bailey, 41 jembatan Armco, dan 33 jembatan perintis atau gantung. Dari jumlah tersebut sebanyak 94 unit telah rampung sementara 22 lainnya masih dalam proses pemasangan.

Tim pembangunan jembatan terdiri dari personel TNI AD dan Polri yang keduanya tergabung dalam Satgas PRR. Di Aceh, TNI AD menangani pembangunan 38 jembatan Bailey dengan 28 unit di antaranya telah rampung. Selain itu, dari 41 jembatan Armco yang dikerjakan, 38 unit sudah selesai. Sementara untuk jembatan perintis, dari total 15 unit yang dibangun, sisa 7 unit yang masih dalam proses pengerjaan.

Di sisi lain, Polri membangun 4 jembatan Bailey dengan 3 unit di antaranya telah rampung. Ada juga 18 jembatan perintis yang dikerjakan oleh Porli, dan kini hanya tersisa 1 unit yang masih dalam proses pengerjaan.

Beralih ke Sumatera Utara, Satgas PRR telah merampungkan 25 jembatan dari target total 59 unit. Rinciannya, TNI AD mengerjakan 22 jembatan Bailey dengan 5 unit di antaranya telah selesai. Selain itu, terdapat 19 jembatan Armco yang dibangun, dengan 8 unit masih dalam proses pengerjaan. Adapun untuk jembatan perintis, dari total 13 unit yang dikerjakan, 5 unit bisa digunakan.

Untuk Polri, di provinsi ini mereka mengerjakan 5 jembatan perintis dan hanya sisa satu yang masih dalam proses pengerjaan.

Kemudian di Sumatera Barat, pemerintah menargetkan pembangunan 62 unit jembatan, dengan 29 unit di antaranya telah rampung. TNI AD telah menyelesaikan 11 unit jembatan Bailey. Selain itu, terdapat 30 jembatan Armco yang dikerjakan, dengan 6 unit sudah selesai, 8 unit masih dalam tahap pemasangan, dan 16 unit dalam proses menuju lokasi. Adapun untuk jembatan perintis, seluruhnya yang berjumlah 9 unit masih dalam proses pengerjaan.

Di sisi lain, seluruh jembatan yang dikerjakan Polri di Sumatera Barat telah rampung, terdiri dari 2 unit jembatan Bailey dan 10 unit jembatan perintis. Dengan demikian, total jembatan yang dibangun di tiga provinsi terdampak mencapai 237 unit, dengan 148 unit di antaranya telah selesai dibangun.

Personel TNI bahu-membahu merakit jembatan darurat jenis bailey untuk mempercepat pemulihan akses transportasi di Sumatra pascabanjir 2025 menjelang Idulfitri. Dok. Setneg.go.id

Satgas PRR terus mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur agar kehidupan masyarakat dapat segera kembali normal. Selain membangun jembatan Bailey, Armco, serta jembatan perintis, Kasatgas Tito Karnavian juga mendorong untuk membangun jembatan permanen di wilayah terdampak bencana.

“Dalam pemulihan nanti yang dipermanenkan adalah jembatan, kemudian jalan-jalan yang saat ini masih bersifat fungsional,” kata Tito dalam lawatannya ke Aceh pada Jumat, 6 Maret 2026.

Apalagi, kurang dari 10 hari lagi umat Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Fitri. Melalui percepatan ini, Satgas PRR berharap dapat meringankan beban masyarakat terdampak sehingga mereka dapat menyambut dan merayakan momen kemenangan umat Islam itu dengan lebih tenang.

Tak hanya infrastruktur, percepatan pemulihan juga bergerak pada seluruh indikator seperti penyelenggaraan pemerintahan, layanan publik dasar, kegiatan ekonomi, hingga kebutuhan pokok masyarakat. Upaya ini ditempuh melalui koordinasi intensif dengan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah. (*)

  • Related Posts

    KPK Ungkap Ketum PP Japto Dapat Jatah Bulanan dari Jasa Pengamanan Tambang

    Jakarta – KPK mengungkapkan Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno (JP) diduga menerima uang jasa pengamanan dari tersangka korporasi terkait kasus gratifikasi mantan Bupati Kutai Kertanegara Rita Widyasari. KPK menyebut…

    Prabowo Bersyukur RI Punya Danantara yang Dinilai Setara SWF

    Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara kini berjalan setahun sejak didirikan di awal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo bersyukur Indonesia punya badan yang setara dengan Sovereign Wealth Fund (SWF)…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *