Jakarta –
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) mengatakan masih ada 50 ribu lebih jemaah umrah RI yang berada di Arab Saudi. Sebanyak 14.115 di antaranya berpotensi tertahan lantaran konflik di Timur Tengah.
Hal itu disampaikan Gus Irfan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Gus Irfan menyebut potensi jemaah tertahan lantaran penutupan sejumlah ruang udara akibat eskalasi AS-Israel dengan Iran.
“Beberapa negara di kawasan tersebut telah melakukan penutupan ruang udara, khususnya pada jalur penerbangan yang selama ini menjadi lintasan utama penerbangan internasional menuju kawasan Teluk. Penutupan ruang udara tersebut menyebabkan terganggunya penerbangan internasional, terutama penerbangan yang menggunakan skema transit melalui beberapa negara di Timur Tengah,” kata Gus Irfan dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jemaah yang menggunakan penerbangan transit lebih terdampak di kasus konflik Timur Tengah ini. Ia berbicara potensi eskalasi bisa memengaruhi pelaksanaan haji 2026.
“Kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah yang dijadwalkan mulai memasuki tahap keberangkatan jemaah pada tanggal 22 April,” kata dia.
Gus Irfan membeberkan masih ada 50.374 jemaah umrah RI di Arab Saudi. Ia menyebut 14.115 jemaah di antaranya berpotensi tertahan.
“Adapun data yang kami terima, yang seperti diketahui tadi, jemaah haji di Saudi yang masih ada di Saudi, jemaah umrah yang ada di Saudi per 11 Maret masih ada 50.374 yang kemungkinan stranded atau tertahan kemungkinan ada sebesar 14.115 dengan jumlah PPIU sebesar 1.239. Kami sudah memanggil semua PPIU yang terkait dengan ini,” ungkapnya.
(dwr/gbr)





