WAKIL Menteri Pertahanan Marsekal Madya (Purn) Donny Ermawan Taufanto menyatakan situasi Indonesia masih aman meski eskalasi konflik di wilayah Teluk semakin memanas. Wamenhan mengatakan bangsa Indonesia masih bisa menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan tanpa ancaman keamanan apa pun.
“Alhamdulillah, keadaan kita di Indonesia masih aman, tidak seperti kejadian saat ini di Timur Tengah, dimana suasana tidak bisa menikmati bulan Ramadan seperti halnya di Indonesia,” kata dia saat membuka acara bazar Idul Fitri di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Donny mengatakan situasi aman di Indonesia di tengah perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel merupakan anugerah yang diberikan oleh Tuhan. “Ini merupakan nikmat yang harus kita syukuri juga,” kata dia.
Di sisi lain, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengeluarkan surat telegram tentang penetapan status siaga I untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia pada 1 Maret 2026. Keputusan itu menuntut seluruh satuan militer bersiaga tingkat tinggi untuk mengantisipasi ancaman dalam negeri di tengah memuncaknya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Di dalam telegram tersebut disebutkan bahwa TNI perlu menyiagakan personel dan alat utama sistem persenjataan. Tentara juga harus berpatroli di obyek vital strategis ataupun sentra perekonomian, termasuk di bandar udara, pelabuhan, stasiun kereta api, hingga terminal bus.
Selain itu, terdapat perintah untuk Kodam Jaya/Jayakarta melakukan patroli pengamanan di kantor-kantor kedutaan luar negeri di Jakarta. Satuan intelijen juga dikerahkan untuk mendeteksi dan melakukan pencegahan dini jika ada kelompok yang memanfaatkan kondisi di Timur Tengah untuk membuat kekacauan di dalam negeri
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai ancaman yang dimaksud atau berapa lama siaga I akan diterapkan. Ia hanya menjelaskan bahwa penetapan status siaga I untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lingkungan internasional, regional, maupun nasional.
“Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin,” ucap Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigadir Jenderal Aulia Dwi Nasrullah saat dihubungi pada Sabtu, 7 Maret 2026.





