Prabowo Panggil 9 Menteri Rapat di Hambalang

PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil 9 menteri ke Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Para menteri itu mengikuti rapat dengan Prabowo di rumah pribadi sang Presiden tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat berlangsung pada Senin, 9 Maret 2026. “Presiden Prabowo Subianto menerima beberapa menteri Kabinet Merah Putih di Hambalang untuk membahas langkah-langkah strategis nasional dan persiapan menjelang hari raya,” kata Teddy dalam keterangan tertulis.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Teddy, ada dua agenda bahasan utama dalam rapat kali ini. Pertama, kata dia, adalah membahas progres swasembada. Prabowo mengevaluasi program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak dengan para menteri.

Sementara pembahasan kedua berhubungan dengan persiapan Hari Raya Idul Fitri. “Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata Teddy.

Setidaknya sembilan orang menteri hadir dalam rapat di Hambalang pada Senin kemarin. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Selain itu, hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin; dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Selain para menteri, rapat diikuti Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Agus Subiyanto.

Pada Ahad, 8 Maret 2026, Presiden Prabowo juga menggelar rapat di rumah Hambalang. Prabowo memimpin lima rapat di kediaman pribadinya itu pada akhir pekan lalu.

Dalam kelima rapat tersebut, Prabowo meminta para menteri memberi laporan soal isu-isu strategis di dalam dan luar negeri. Setiap rapat, kata dia, memiliki topik yang berbeda-beda.

Rapat pertama membahas kerja sama pembangunan sepuluh kampus baru di tanah air. Sementara rapat kedua membahas pengembangan universitas yang sudah ada di Indonesia.

Rapat ketiga membahas situasi di Timur Tengah. Kawasan tersebut tengah bergejolak menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan sejumlah pemimpin negara teluk tersebut.

Adapun rapat keempat membahas perkembangan mahasiswa asal Palestina yang disekolahkan di Universitas Pertahanan. Sementara rapat terakhir membahas keamanan dan kelancaran mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri.

  • Related Posts

    Seluruh Wisatawan WNI yang Tertahan di Yordania Telah Pulang

    KEDUTAAN Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman memastikan seluruh wisatawan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat tertahan di Yordania akibat pembatalan penerbangan telah kembali ke Tanah Air. Kepulangan terakhir berlangsung…

    270 WNA di Bali Ajukan Izin Tinggal Darurat Imbas Konflik Timteng

    Jakarta – Sebanyak 270 warga negara asing (WNA) di Bali mengajukan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT). Hal itu lantaran adanya konflik di Timur Tengah. Dilansir detikBali, Selasa (10/3/2026), sebanyak 35…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *