BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi hujan sedang di Jakarta, Kota Bengkulu, Bandung, Semarang, dan Kota Tanjung Selor pada Senin, 9 Maret 2026. Sementara itu, potensi hujan disertai petir diprediksi di kota Bandar Lampung dan kota Banjarmasin.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Terdapat pula potensi hujan ringan di kota Medan, Padang, Pangkal Pinang, Palembang, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Samarinda, dan Palangkaraya,” kata Prakirawan BMKG Diahayu R dipantau Instagram BMKG, Minggu, 8 Maret 2026.
Diahayu melanjutkan ada pula potensi berawan tebal dan berawan di kota Banda Aceh, Tanjung Pinang, Pekanbaru, dan Jambi.
Untuk bagian Timur Indonesia, diwaspadai terdapat potensi hujan disertai petir di kota Merauke. Kemudian potensi hujan sedang di kota Kupang, Mamuju, dan Makasar. Terdapat juga potensi hujan ringan di kota Denpasar, Mataram, Kendari, Palu, Gorontalo, Manado, Ambon, Ternate, Sorong, Manokwari, Dabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
Diahayu berkata bibit siklon tropis 93S pada Minggu, 8 Maret 2026, berada di Samudera Hindia, selatan Lampung. Kecepatan anginnya sekitar 30 knot dengan tekanan udara 999 hektopaskal, dan bergerak ke arah barat daya. Namun, kemungkinan bibit siklon ini berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan tergolong rendah.
Dalam 48–72 jam ke depan, kekuatannya diperkirakan melemah, dengan kecepatan angin turun menjadi sekitar 25 knot dan tekanan udara naik menjadi 1000 hektopaskal, tetap bergerak ke arah barat daya.
Bibit siklon ini, kata dia, memicu aliran angin kuat di lapisan bawah atmosfer di wilayah Samudera Hindia selatan Lampung. Aliran ini membentuk pertemuan dan belokan angin di wilayah tersebut. Menurut dia, kondisi ini bisa memicu pembentukan awan hujan.
Selain itu, ada bibit siklon tropis 95W yang berada di Samudera Pasifik utara Papua. Kecepatan anginnya sekitar 15 knot dengan tekanan udara 1006 hektopaskal, bergerak ke arah barat laut.
Adapun potensinya untuk menjadi siklon tropis dalam 48 jam ke depan juga rendah. Dalam 48–72 jam ke depan, sistem ini diperkirakan melemah dan perlahan menghilang. Bibit siklon ini juga menyebabkan aliran angin kuat dan pertemuan angin di wilayah Pasifik utara Papua hingga utara Papua Barat dan sekitar Halmahera.
Selain itu, terdapat pusaran angin (sirkulasi siklonik) di perairan barat Aceh dan di Laut Sulawesi. Sistem-sistem ini membentuk daerah pertemuan angin dari perairan barat Aceh hingga wilayah Aceh, serta di Laut Sulawesi. Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah tersebut.
Menurut dia, akibat kombinasi kondisi atmosfer ini, potensi cuaca signifikan dapat terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Ada potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan, Nusa Tenggara Timur.






