SEJUMLAH artikel yang tayang sejak Sabtu, 7 Maret 2026, menarik banyak pembaca dan menjadi berita terpopuler di kanal nasional hingga Ahad, 8 Maret 2026. Tiga berita yang dirangkum redaksi itu di antaranya Panglima TNI yang menetapkan status siaga satu untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia setelah serangan ke Iran.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kemudian artikel tentang penyebab rencana Presiden Prabowo mendamaikan Iran dan Amerika Serikat yang banyak dikritik, serta tiga WNI yang hilang di Selat Hormuz setelah kapal mereka tenggelam. Berikut rangkuman tiga berita terpopuler nasional pada hari ini.
Panglima TNI Terbitkan Telegram Siaga 1 Usai Iran Diserang AS
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menetapkan status siaga satu untuk seluruh satuan pertahanan di Indonesia. Status siaga satu ditetapkan Panglima TNI di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah dan dikonfirmasi oleh Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI Letnan Jenderal Yudi Abdimantyo.
“Status siaga satu yang dikeluarkan Panglima TNI dialamatkan kepada seluruh jajaran TNI, termasuk kepada Bais TNI,” kata Yudi kepada Tempo pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Status siaga satu dalam komando TNI adalah tingkat kesiapsiagaan tertinggi, di mana seluruh personel wajib bersiap di markas, lengkap dengan senjata, amunisi, dan kendaraan, untuk menghadapi ancaman darurat.
Yudi menjelaskan, status siaga satu bertujuan untuk mengantisipasi situasi keamanan dalam negeri pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Sebab, serangan itu memicu balasan dari Iran yang melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Timur Tengah.
Akibatnya, serangan balasan itu berdampak pada keamanan WNI yang berada di kawasan tersebut. Baca berita selengkapnya di sini.
Musabab Rencana Prabowo Mediasi Iran dan AS Dikritik
Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mendamaikan Iran dan Amerika Serikat dikritik sejumlah kalangan. Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, mengungkap penyebab utama kritik karena pemerintahan Presiden Prabowo tidak menyadari lemahnya posisi Indonesia untuk menjadi juru damai negara yang bertikai.
Tia mengatakan publik meragukan kemampuan Indonesia lantaran Iran tidak sepakat dengan sikap Prabowo yang menjadi anggota Dewan Perdamaian atau Board of Peace besutan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai dominasi komando Trump dalam menjalankan Board of Peace akan menjadi penghalang utama dari upaya mediasi pihak ketiga.
“Kira-kira Indonesia bisa tidak mengatur, membisiki Trump untuk stop konflik ini? Kenapa publik internasional tertawa, publik domestik juga mem-bully? Masalahnya di situ,” kata Tia dalam diskusi daring yang digelar oleh Institute for Strategic Transformation Forstra pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Tia juga mengingatkan bahwa Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi telah menolak dengan tegas rencana mediasi dengan AS. Baca berita selengkapnya di sini.
3 WNI Hilang usai Kapal Tunda Tenggelam di Selat Hormuz
Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal tunda (tugboat) yang mereka tumpangi tenggelam di Selat Hormuz di dekat Uni Emirat Arab. Kapal itu dilaporkan tenggelam di Selat Hormuz pada Kamis malam, 5 Maret 2026. Tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang. Peristiwa terjadi di tengah ketegangan militer di kawasan Teluk akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha mengatakan, kapal tunda bernama Mussafah 2 tenggelam sekitar pukul 18.30 waktu setempat.
“Total ada tujuh awak kapal, empat di antaranya WNI. Tiga awak sudah ditemukan selamat, termasuk satu WNI. Empat lainnya masih hilang, tiga di antaranya WNI,” kata Judha saat dihubungi Tempo, Jumat malam, 6 Maret 2026. Baca berita selengkapnya di sini.
Dede Leni Mardianti, Dian Rahma Fika Alnina, Adinda Jasmine, Ervana Trikarinaputri, dan Dani Aswara berkontribusi dalam tulisan ini
Pilihan editor: Penyebab 492 SPPG di Wilayah Sumatera Dihentikan Sementara






