Bekasi –
Polri menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk para petani di Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Bantuan alsintan terdiri dari 4 unit hand tractor, 4 unit pompa air, dan 5 unit hand sprayer.
Selain itu Polri juga mendistribusikan bibit unggul dan pupuk berkualitas tinggi untuk 215 petani. Ratusan petani tersebut tergabung dalam 44 kelompok tani binaan Polda Metro Jaya.
“Kami menyediakan dukungan pembiayaan melalui koperasi internal untuk kebutuhan bibit, pupuk, hingga alat mesin pertanian. Harapan kami, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya,” kata Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo di acara Penanaman Jagung Serentak Kuartal I 2026, Sabtu (7/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bantuan alsintan disebut sebagai wujud dukungan kepolisian pada modernisasi sektor pertanian. Modernisasi teknik pertanian diharapkan mampu mendongkrak hasil panen secara signifikan.
“Dukungan fisik ini merupakan bagian kecil dari ekosistem besar yang sedang dibangun bersama. Terpenting, keterlibatan banyak pihak dalam memastikan alat-alat tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi rumah tangga bapak dan ibu petani,” tutur dia.
Polri salurkan alsintan, bibit, dan pupuk untuk 215 petani di Cikarang. (dok.istimewa) Foto: Polri salurkan alsintan, bibit, dan pupuk untuk 215 petani di Cikarang. (dok.istimewa)
Komjen Dedi menyebut Polri berperan sebagai fasilitator yang mendorong penguatan ekosistem produksi pangan. Komjen Dedi menyampaikan, petani adalah ujung tombak negara dalam mewujudkan cita-cita swasembada pangan yang berkelanjutan dan mandiri.
Sebelumnya Komjen Dedi menjelaskan pada kuartal I tahun ini target penanaman jagung secara nasional mencapai lebih dari 100 ribu hektare. Pada 2025, Polri telah berhasil menanam jagung seluas 661 ribu hektare dari target nasional 1 juta hektare.
“Pada 2026, kekurangan dari target 1 juta hektare tersebut akan terus kita upayakan terpenuhi. Jika target tersebut tercapai, potensi produksi jagung nasional diperkirakan bisa mencapai bahkan melampaui 4 juta ton,” ujarnya.
Selain penanaman jagung, lahan yang dikelola juga dimanfaatkan untuk tanaman lain guna mendukung ekosistem rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Polri juga menggandeng berbagai pihak seperti perusahaan perkebunan, PTPN, Kementerian Kehutanan melalui program hutan sosial, serta sektor swasta untuk memperluas lahan tanam.
Untuk memperkuat program tersebut, Polri juga bekerja sama dengan Bank Himbara untuk memberikan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada kelompok tani, serta dukungan permodalan melalui koperasi Polri guna membantu kebutuhan bibit, pupuk hingga alat dan mesin pertanian.
(aud/wnv)






