Jakarta –
Anggota DPR RI, Bambang Soesatyo mengapresiasi kegiatan buka puasa bersama yang digelar Wikinara Indonesia, perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI). Ia menilai kegiatan ini menjadi momen untuk memperkuat soliditas jaringan usaha sekaligus menandai kesiapan perusahaan dalam memperluas skala bisnis, termasuk rencana Wikinara Indonesia melantai di bursa atau go public.
Di tengah pertumbuhan ekonomi digital, Bamsoet mengungkapkan langkah korporasi untuk memperkuat tata kelola perusahaan dan transparansi bisnis menjadi strategi penting untuk memperluas ekspansi usaha sekaligus meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata publik dan investor.
“Rencana Wikinara untuk melangkah ke pasar modal patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan perusahaan dalam memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas bisnis. Go public merupakan langkah besar yang menuntut kesiapan manajemen, sistem keuangan yang sehat, serta kepercayaan publik yang kuat,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Minggu (8/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri buka puasa bersama Wikinara Indonesia di Jakarta, Sabtu (7/3) malam.
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menjelaskan rencana Wikinara go public mencerminkan semakin matangnya industri penjualan langsung di Indonesia. Pasalnya, selama ini sektor tersebut sering dipersepsikan secara keliru karena adanya praktik skema piramida yang merusak reputasi industri. Padahal, perusahaan yang tergabung dalam APLI memiliki standar operasional serta kode etik ketat yang memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai regulasi pemerintah dan menjunjung tinggi perlindungan konsumen.
“Perusahaan anggota APLI memiliki komitmen kuat terhadap praktik bisnis yang etis dan transparan. Langkah Wikinara menuju pasar modal dapat menjadi contoh bahwa industri penjualan langsung mampu berkembang secara profesional dan memenuhi standar tata kelola perusahaan modern,” jelas Bamsoet.
Lebih lanjut, Bamsoet mengatakan jika rencana go public tersebut terealisasi, Wikinara berpotensi menjadi salah satu perusahaan penjualan langsung nasional yang mampu memperkuat posisi Indonesia dalam industri direct selling di kawasan Asia Tenggara. Dengan tata kelola yang baik, transparansi laporan keuangan, serta jaringan pemasaran yang kuat, perusahaan nasional memiliki peluang besar untuk berkembang lebih luas di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap kewirausahaan berbasis komunitas.
“Langkah menuju pasar modal harus dibarengi dengan penguatan literasi bisnis bagi para mitra usaha, peningkatan kualitas produk, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Dengan kombinasi tersebut, industri penjualan langsung nasional dapat tumbuh lebih sehat, berdaya saing, dan memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional,” pungkas Bamsoet.
Sebagai informasi, turut hadir pada kesempatan tersebut, para pendiri Wikinara Indonesia antara lain Dewi Bamsoet, Ina Rachman, dr. Oky Pratama, Putra Siregar serta para leader Wikinara dari seluruh Indonesia.
(prf/ega)






